Menyoal Statmen Hudaya, Masyarakat Pesisir Banten datangi KP3B

Masyarakat Pesisir Banten datangi KP3B

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Ratusan masyarakat pesisir Banten dari berbagai wilayah mendatangi Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Rabu (19/10/2017).

Kedatangan massa yang rata rata berprofesi mengandalkan hasil laut itu datang ke KP3B mempersoalkan statmen, Hudaya Latuconsina, Kepala Bappeda Provinsi Banten seolah membuka pintu alias tidak keberatan untuk melaksanakan kegiatan penambangan pasir laut.

Masyarakat pesisir Banten sampai sekarang merasa khawatir pasca dicabutnya moratorium reklamasi Teluk Jakarta. Ditambah dengan pernyataan Hudaya Latuconsina sangat membuat kecewa masyarakat.

Dalam kesempatan aksi itu masyarakat pesisir juga menolak kegiatan penambangan pasir di wilayah Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Perairan Lontar Kabupaten Serang dan sejumlah wilayah di Tirtayasa Kabupaten Serang.

Pantauan di lokasi, masyarakat pesisir Banten memadati gerbang KP3B sekitar pukul WIB 10:15 para demonstran bergantian berorasi sebagai bentuk pernyataan sikap dilanjutkannya kembali pengerukan pasir di Teluk Banten.

Perwakilan dari massa bermaksud beraudiensi dengan Gubernur Wahidin Halim. Namun dikabarkan sedang berada di Kota Cilegon menghadiri acara bersama KPK.

Dalam aksi itu massa dan keamanan sempat terjadi saling dorong. Massa sempat mengancam akan menggrudug langsung Kantor Bappeda.

Koordinator aksi masyarakat pesisir Banten Adnan Fatoni mengatakan, dicabutnya moratorium reklamasi oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan secara tidak langsung melanjutkan kembali pengerukan pasir di wilayah Banten.

Menurutnya, Pemprov Banten harus menolak secara tegas aktifitas pengerukan pasir sebab, akan mengancam kehidupan nelayan. “Banten harus terbebas dari reklamasi pengerukan pasir laut, nelayan masyarakat pesisir Banten harus dipikirkan,” tandasnya. (rhn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah