Rp 20 M Buat Kandidat Ketum Golkar, ICW : Legalkan Politik Uang

43

Rencana panitia Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golongan Karya ‘memungut’ setoran Rp 20 miliar untuk setiap kandidat calon ketua umum memicu pro dan kontra.

Tak hanya di internal Partai Golkar, pro kontra juga terjadi di luar.

Adalah Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengkritik rencana tersebut. Peneliti ICW Donal Fariz menilai rencana panitia Munaslub Golkar memungut Rp 20 M dari bakal caketum adalah tidak logis. Bahkan dia menilai rencana tersebut cenderung akan melegalkan politik uang dalam pemilihan pimpinan partai.

“Ini persyaratan yang tak logis, membuat Golkar tidak beranjak dari persoalan uang dalam hal pemilihan caketum,” ujar Donal dalam pesan singkat, Kamis (14/4).

Menurut dia persyaratan setoran itu sama saja dengan hanya memberikan kesempatan kepada orang berduit saja yang bisa jadi caketum Golkar, sehingga mengabaikan aspek kapasitas.

“Justru uang ini bisa sebagai bentuk legalisasi politik uang dengan cara menyetorkan sejak awal dana Rp 20 M. Uang ini justru bisa disalahgunakan kelompok tertentu untuk mengarahkan dukungannya kepada calon tertentu sehingga mereka akan diberikan uang,” papar Donal.

Donal menambahkan, setoran itu juga tidak menjamin tidak ada caketum yang memberikan uang kepada peserta Munaslub untuk keperluan suara. Termasuk alasan perlu dana besar untuk Munas juga sulit diterima jika dibebankan ke caketum. (puji/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...