Panglima TNI Pensiun, Setara Institute: Jokowi Segera Cari Pengganti Gatot

by 2017-11-14 0 comments

Panglima TNI saat Gatot Pensiun 2018

JAKARTA,PenaMerdeka – Desakan publik terus muncul agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menyiapkan pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo. Gatot akan paripurna dari masa tugasnya sebagai Panglima TNI pada tahun 2018 mendatang.

Desakan tersebut juga disampaikan Setara Istitute melalui pernyataan persnya. Ketua Setara, Hendardi menilai, TNI merupakan salah satu simbol pertahanan negara Indonesia. Karena itu, performa Tentara ini menjadi representasi wajah kekuatan suatu negara.

“Segala persoalan yang masih melilit tim pertahanan itu, baik soliditas, profesionalisme, kesejahteraan, reformasi peradilan militer, penanganan bisnis tentara, akuntabilitas anggaran, dan ketundukkan pada supremasi sipil. kata Hendardi, Selasa (14/11).

Supremasi sipil merupakan tantangan yang memang harus dijawab sebagai bagian dari pemenuhan amanat reformasi sejak tahun 1999,” tambahnya.

Berikut pernyataan sikap Setara Institute terhadap pergantian Jenderal Gatot Nurmantyo:

1. Tim pertahanan ini merupakan salah satu simbol pertahanan negara. Karena itu, performannya menjadi representasi wajah kekuatan suatu negara. Segala persoalan yang masih melilit pihak tersebut, baik soliditas, profesionalisme, kesejahteraan, reformasi peradilan militer, penanganan bisnis tentara, akuntabilitas anggaran, dan ketundukkan pada supremasi sipil adalah tantangan yang harus dijawab sebagai bagian dari pemenuhan amanat reformasi sejak 1999.

Baca juga:  Jokowi: APBN 2018 Fokus Pada Kemiskinan dan Pengangguran

2. Untuk menjawab tantangan tersebut, kepemimpinan di tubuh itu dan ketersediaan tunduk pada supremasi sipil adalah kunci yang utama. Untuk itu, Presiden Jokowi harus menjalankan episode pergantian Jenderal Gatot Nurmantyo karena akan memasuki masa pensiun, sebagai momentum penataan secara utuh organisasi dan kepemimpinan tersebut.

Jokowi juga harus memastikan calon pengganti Gatot Nurmantyo adalah sosok yang aware dengan 7 tantangan sebagaimana disebutkan pada yang di atas. Kepemimpinan baru harus ada sosok yang terbuka, reformis, dan satu padu dalam langkah dan perbuatan dengan Presiden Jokowi sebagai Pimpinan tertinggi pertahanan Indonseia itu. Gagasan dan program kemaritiman Jokowi, juga dapat jadi pertimbangan kebutuhan mencari sosok pengganti Jenderal Gatot yang mendukung penguatan pembangunan kemaritiman. Sekaligus juga membangun tradisi bergilir dalam memimpin tersebut yang terdiri dari 3 angkatan.

3. Menyimak jejak langkah Gatot Nurmantyo, Jokowi juga tak terikat untuk mengganti Gatot sesegera mungkin. Gatot akan pensiun pada bulan Maret 2018 mendatang. Akan tetapi sebagai pemegang hak prerogratif, Jokowi dalat segera mengusulkan nama-nama pengganti Gatot Nurmantyo.

Baca juga:  Soal Laut Natuna Utara, kata Pengamat Jokowi tak Ciut Hadapi China

Selain itu proses di DPR yang cukup lama, menyegerakan pergantian Panglima TNI akan mempercepat penuntasan agenda reformasinnya, yang selama ini kepemimpinan Gatot justru stagnan dan mengalami kemunduran, karena hasrat politik sang panglima yang mengemuka sebelum waktunya tiba. (penamer)

kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.