Sesuai Moto, Banten dan Kota Tangerang Kongkrit Wujudkan Daerah Agamis

Daerah Agamis

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Provinsi Banten dan Kota Tangerang sama sama bercirikan daerah agamis. Kota Tangerang bahkan sudah diperkuat dengan Perda Diniyah Takmiliyah bukti komitmen Pemkot supaya masyarakat di Kota berjuluk Akhlakul Karimah mempunyai fasiitas payung aturan dalam bernegara.

Menurut Andra Soni, yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Banten dalam agenda resesnya menyebut penting pemerintah daerah membangun akhlak masyarakat menjadi lebih baik.

Lebih dalam Andra menjawab pertanyaan warga peserta reses di Jalan Caplin 1, Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang bahwa upaya pemerintah daerah yang mencerminkan daerah agamis salah satunya di bidang pendidikan.

“Pemrov Banten nanti pada tahun 2018 akan membangun 17 bangunan sekolah untuk tingkat SMA/SMK Negeri. Bukan penambahan ruang kelas baru. Ini bukti pada periode WH-Andika akan memperkuat SDM masyarakat Banten lebih kuat. Sesuai dengan visi misi bahwa pendidikan salah satu yang diprioritaskan,” kata politisi Gerindra ini menyebutkan, Rabu (15/11/2017) lalu.

Untuk di wilayah Kota Tangerang sendiri, yang sebelumnya sudah mengambil moto sebagai kota Ahlakul Karimah, sekarang ini sudah diperkuat lagi dengan adanya Perda Diniyah Takmiliyah.

Tujuan sudah pasti, yakni buat mencetak generasi yang handal dan bertaqwa. Mewujudkan itu diperlukan dukungan dari pemerintah dan dewan sebagai wakil rakyat. Dan partai kami siap mengkontrol sesuai dengan fungsinya.

“Kalau berkaca lantaran kerap adanya tawuran, ini bisa jadi karena belum terpupuknya akhlak dan budi pekerti pada generasi muda. Insya Allah Perwalnya bakal segera terealisasi supaya kota kita yang sudah dikenal daerah agamis semakin bagus,” ucapnya menegaskan.

Dalam Perda Diniyah Takmiliyah, menekankan supaya anak-anak bisa memperkuat baca tulis Alquran, memantapkan akhlak. Sebab, saat ini Andra mengaku bahwa persoalan pendidikan berbasis agama masih minim.

“Kalau sudah berjalan saya yakin akan menambah jam belajar agama bagi anak kita. Dahulu guru mengaji sudah diberikan insentif. Dan nanti pun di setiap pengajian yang terbentuk baru Pemkot Tangerang akan memberikan insentif juga,” ungkapnya.

Maka itu menjawab dan merespon keluhan masyarakat, kami perwakilan rakyat dari Fraksi Gerindra Kota Tangerang juga akan mendorong supaya Pemkot Tangerang membuat Perwal Perda Diniyah Takmiliyah. Kekhawatiran soal adanya penurunan mental meski kita tinggal di daerah agamis kerena kerap adanya tawuran menjadi perhatian kita semua.

Korelasi soal penguatan akhlak, kata Andra Soni, pemerintah daerah saat ini sedang menambah pembangunan sekolah. Pemkot Tangerang di setiap wilayah kecamatan menargetkan ada sekolah berstatus negeri. Jumlah sekarang sudah mencapai 34 SMP-Negeri yang tersebar di setiap kecamatan.

“Kalau sudah banyak fasilitas sekolah maka sistem penerimaan sekolah mengikuti domisili siswa, ini untuk menekan angka tawuran. Orang tua dan sekolah bisa memantau siswa. Kalau sekolah jauh khawatir takut terjadi bentrokan dengan siswa sekolah lain,” ucapnya menandaskan.

“Kalau bangunan sekolah banyak dan gratis lantas ditambah program diniyah akan berjalan, diharapkan sebagai Provinsi Banten dan Kota Tangerang sebagai daerah agamis bisa terpenuhi,” tandasnya menjelaskan.

Sementara itu Amarno Yuwono anggota DPRD Kota Tangerang asal Fraksi Gerindra yang mendampingi kegiatan reses menyatakan, Perda Diniyah Takmiliyah merupakan inisiatif Perda dari DPRD Kota Tangerang. Ia mengaku bahwa saat itu dirinya bahkan menjadi Ketua Pansus pembentukan Perda Diniyah tersebut.

“Terkait pertanyaan apa yang dilakukan pemerintah daerah dan dewan mengantisipasi rendahnya mental bangsa, saya rasa upaya yang sudah kita goalkan Perda tersebut. Karena baik untuk masyarakat,” ucap Sekretaris DPD Partai Gerindra Kota Tangerang ini.

Sebelumnya dalam masa reses ini Andra juga sudah melakukan agenda menampung aspirasi masyarakat yang nantinya bakal dibawa ke Pemrov Banten.

Pantauan wartawan di lokasi reses dalam kesempatan itu Andara Soni bukan hanya membeberkan terkait moto daerah agamis saja. Di enam titik pada 8 november 2017 di Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, 9 November, Kelurahan Larangan selatan, Kecamatan Larangan, 10 November, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, 13 November, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, 14 November, Kelurahan Panunggangan Utara , Kecamatan Pinang dan yang terakhir 15 november Kelurahan Larangan Utara , Kecamatan Larangan, ia juga menyampampaikan sejumlah program pembangunan yang dilakukan Pemprov Banten. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah