Dindikbud Banten akan Biayai Insentif Guru Honorer Swasta Negeri

BANTEN,PenaMerdeka – Untuk menciptakan dunia pendidikan maju, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) akan memberikan dana insentif guru. Program ini bukan saja digelontorkan bagi yang mengabdi di SMA/ SMK negeri saja, dari honorer swasta pun akan mendapat hak sama.

Kedepan pemberian insentif akan diberikan rutin setiap bulan, dan besarannya pun mencapai UMK. Hanya saja lanataran anggaran yang dikeluarkan dari biaya belanja pegawai cukup besar, Dindikbud Provinsi Banten akan menyeleksi dengan melakukan verifikasi terhadap pegawai-pegawai non ASN di lingkungannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Engkos Kosasih mengatakan, saat ini terkait rencana pemberian insentif guru berstatus honor tersebut. Kini pihaknya sedang membuat tim khusus yang nantinya mendata jumlah guru honorer di Provinsi Banten.

“2018 anggaran memang besar, untuk guru honorer kalau berdasarkan pada UMK, kita butuh 338 Milyar selama satu tahun, itu baru honorernya, belum PNS nya, ada tunjangan kinerja, tunjangan tambahan dan tunjangan-tunjangan yang lainnya,” kata Engkos di Pendopo Gubernur Banten, Senin pekan lalu.

Engkos melanjutkan, secara keseluruhan, pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 700 milyar untuk memberikan honor insentif guru di sekolah negeri ataupun guru di sekolah swasta.

“Makanya nanti kita akan validasi dulu, misalnya dengan cara kita panggil kepala sekolah untuk mendata guru-guru yang mengajar di sekolahnya,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengaku, pihaknya belum mempunyai aturan yang menjadi dasar untuk melakukan hal tersebut. “Kalau menunggu itu (aturan-red) kan lama, tapi Pak Gubernur memberikan perhatian sebelum ada kejelasan itu juga, beliau memberikan perhatian dengan memberikan tunjangan atau insentif kepada guru honorer,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, Gubernur Banten, Wahidi Halim telah memberikan arahan supaya pemberian insentif guru honorer disamakan dengan upah minimum kabupaten/ kota (UMK) di Provinsi Banten.

“Cuma UMK kan beda-beda setiap kabupaten/ kota, ditambah UMK sekarang ini akan berubah lagi,”jelasnya.

Disisi lain, Provinsi Banten saat ini masih kekurangan jumlah guru untuk tingkat SMA, SMK dan sederajat. Namun Dindikbud Banten juga enggan menerima pengajar dengan kualitas dibawah standar, jadi selain sedang memverifikasi data untuk pemberian insentif guru sedang mematangkan para pengajar di Provinsi Banten. (advertorial)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah