Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Penanganan Penderita HIV/AIDS, Ini Penjelasan Sosialisasi Petugas Puskesmas

0 62

KOTA TANGERANG,PenaMedeka – Penderita HIV/AIDS tidak sedikit dikucilkan di kalangan lingkungannya sendiri. Otomatis kondisi psikisnya terganggu. Harus ada edukasi bagi lingkungan dan penderita itu sendiri supaya bisa keluar dari persoalan HIV/AIDS.

Dr. Arini Ekaputri salah seorang Petugas Puskesmas Kelurahan Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang mengatakan, penyuluhan deteksi HIV/AIDS itu adalah salah satu bentuk sosialisasi edukasi kepada masyarakat, terutama dikalangan pemuda.

“Penderita HIV/AIDS banyak dari kalangan pemuda usia 25 sampai dengan 49 tahun. Yaitu pada usia-usia produktif,” jelas Arini, saat acara penyuluhan HIV/AIDS di Pondok Pucung, Karang Tengah, Kota Tangerang, Sabtu (25/11/2017).

Tujuan dari penyuluhan dari kita adalah menghilangkan stigma buruk bagi penderitanya, mereka tidak harus dijauhkan apalagi mendiskriminasinya. Karena penderita juga bisa jadi ada yang korban karena bukan perbuatannya sendiri. Kasus saat ibunya hamil tanpa mengkrontrol secara medis akhirnya tertular dari orangtuanya sendiri.

“Kalau kita sudah tahu cara pencegahan dan cara penularannya. Kan apalagi penulahan HIV/AIDS tidak semudah penyakit batuk atau filek,” terangnya.

Mereka penderita HIV/AIDS mempunyai kesempatan sama dengan kita. Jadi tidak harus dijauhkan lantaran penularannya tidak gampang. Yang terpenting bagi kita adalah mencegah penyakit itu tidak tertular dengan kebiasaan mengkomsumsi narkoba yang menggunakan jarum suntik.

“Kita sering sebut macam-macam soal ciri-ciri orang yang mengidap HIV/AIDS, memang sulit mengetahui ciri-cirinya. Tapi kalau AIDS itu gejalanya daya tahan tubuh menurun, berat badan menurun lebih dari 10 persen, BAB selam satu bulan berturut-turut dan demam berkepanjangan,” ungkapnya.

Pencegahan bagi kita supaya tidak berhubungan seks secara bebas, makanya saling setia kepada pasangan, gunakan kondom jika melakukan hubungan yang beresiko dan tidak mengunakan narkoba terutama jarum suntik.

Lebih dalam ia mengatakan, hingga kini obat untuk menyembuhkan penderita HIV/AIDS belum ditemukan. Sulit sekarang ini untuk orang yang secara positif terjangkit penyakit itu.

“Kita hanya melakukan penekanan terhadap perkembangan virus HIV/AIDS dengan ARV (Anti Retro Viral) maka penderita harus minum obat seumur hidup,” ujarnya.

Sedangkan jelas dia, di Puskesmas Pedurenan sendiri tercatat pernah menangani empat kasus penderita HIV/AIDS. “Mereka memang belum memasuki ranah AIDS, tapi karena mereka rutin berobat dan melapor ke Puskesmas. Tetap bisa kembali beraktivitas,” tandasnya. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...