Tampil Beda Berani Mengupas Tuntas

Lulusan SMK Kompeten, Gubernur WH : Matching Market Tenaga Kerja Industri

0

BANTEN,PenaMerdeka – Market kebutuhan tenaga kerja dan industri menurut Wahidin Halim (WH) Gubernur Banten, harus disesuaikan. Mengingat saat ini antara kebutuhan jumlah industri dan lulusan sekolah bidang terkait beluum matching.

Kata Gubernur, selain meningkatkan kelulusan tetapi siswa yang sudah tamat belajar di SMA/SMK harus mengantongi kompetensi kejuruan yang berbobot. Sumber daya manusia (SDM) handal harus ciptakan. Maka langkah menelurkan penguatan lulusan siswa-siswi di sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) harus didorong secara maksimal.

“Era sekarang ini, kita (pemprov) harus menunjang pendidikan yang berkualitas, berkorelasi langsung dengan kebutuhan tenaga kerja. Kita akan arahkan terutama (untuk) tenaga kejuruan,” ucap Gubernur WH usai rapat panitia khusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah), di Gedung Serba Guna DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, beberapa waktu lalu.

Sarana ditingkat sekolah kejuruan harus ditingkatkan, sejak dari yang berhubungan dengan kebutuhan pertanian ataupun industrialisasi. Jumlah kebutuhan di kompetensi industri harus rata. Artinya ketika sudah tercipta proses ini, industri atau perusahaan harus bisa menyerap tenaga buruh dari lulusan sekolah kejuruan di Banten.

“Maka manusia-manusia dalam bidang itu harus diproduk (dibentuk/diciptakan),” ujar WH

Mantan Walikota Tangerang ini menegaskan bahwa rencana tersebut masuk dalam target RPJMD 2017-2022. Penguatan SDM tenaga kerja juga akan disesuaikan dengan potensi di masing-masing daerah.

“Apalagi menurutnya, rencana itu sudah mulai dikomunikasikan dengan daerah. Nanti ada semacam network system (jaringan). Kita akan membuat sekolah yang mampu melahirkan orang-orang atau lulusan-lulusan yang berkompeten di bidangnya. Memang membangun pendidikan butuh waktu, tapi harus dimulai dari sekarang. Ya paling sepuluh sampai dua puluh tahun, bisa,” kata WH.

Gubernur berharap agar pembangunan pendidikan ini benar-benar dapat diperhatikan karena program ini adalah modal bangsa untuk memcetak generasi penerus.

“Jadi berapa pun yang dibutuhkan untuk pembangunan pendidikan, ataupun sekolah kejuruan untuk mencetak pegawai handal saya harapkan diberikan asalkan sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan tersebut dibutuhan pula upaya melalui pembangunan ruang kelas baru SMA/SMK. Tetapi harus diseimbangkan dengan kompetensi guru sehingga materi pembelajaran ke siswa terserap bagus.

Gubernur ingin setiap program pembangunan bisa berimplikasi dan multifungsi. Misalnya, pendidikan digarap itu secara riil dan dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi (LPE), menekan pengangguran, dan kemiskinan.

“Salah satu cara untuk menekan angka penganguran di Provinsi Banten yaitu dengan megembangkan pendidikan yang berkualitas, pendidikan terapan yang bisa berkorelasi dengan kebutuhan tenaga kerja, sehingga menghasilakan manusia-manusia yang kompeten di bidangnya,” jelasnya.

Lebih dalam pungkas WH, target persoalan itu sudah sesuai dengan penyusunan Perda RPJMD 2017-2022 itu berpedoman pada rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, dan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Banten tahun 2005-2025, dan mengakomodasi visi misi gubenrur dan wakil gubernur. (advertorial)