Tampil Beda Berani Mengupas Tuntas

Formata Kritisi Soal Dugaan Penyusutan dan Raibnya Aset Kota Tangerang

0

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sejumlah aset Kota Tangerang menurut Forum Masyarakat Tangerang Raya (Formata) dikabarkan banyak yang sudah menyusut bahkan hilang alias raib.

Akhwil, Aktivis dari Formata menyebutkan, setidaknya terdapat 16 aset milik Pemkot yang statusnya tidak jelas. Ke-16 titik tersebut terdiri dari 428 bidang tanah yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Tangerang.

“Ada (aset,red) yang sudah bergeser, menyusut, bahkan aset Kota Tangerang itu sudah ada yang hilang,” kata Akhwil kepada PenaMerdeka.com, Minggu (3/12/17).

Soal nilainya kata Akhwil sejak 1997 lalu, nilai seluruhnya ditaksir sekitar Rp233 miliar. “Mencapai Rp233 miliar kalau pada tahun 1997. Apalagi kalau sekarang, dikonversi bisa mencapai triliunan rupiah,” katanya menegaskan.

Akhwil mencontohkan, Terminal Cimone yang berada di Kecamatan Karawaci, merupakan salah satu aset Kota Tangerang yang tadinya disebutkan luasnya mencapai 3 hektar. Sekarang ini luas lahan terminal tersebut ditaksir tak kurang dari 1 hektar.

Tak hanya itu, terdapat salah satu aset di Kota Tangerang lainnya yang disinyalir sudah hilang. Salah satunya bekas Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) seluas 1.337 meter yang saat ini kondisinya sudah tertutup konstruksi bangunan.

“Kemana lahan itu sekarang? Yang ada sekarang tinggal pagar panel beton,” tukas Akhwil yang mengaku mengetahui secara detail seluruh aset dimaksud.

Ia pun masih menyimpan dokumen terkait seluruh aset sejak tahun 1997. Bahkan, Akhwil mengaku kerap kali sudah mengirimkan surat kepada Pemkot Tangerang yang ditujukan langsung kepada walikota. Namun, surat yang berisi permintaan klarifikasi terkait aset Pemkot Tangerang dari walikota tak pernah ditanggapi.

“Awal tahun ini saya bahkan sudah layangkan somasi kepada Pemkot, tapi tidak ditanggapi juga,” imbuhnya.

Lebih jauh Akhwil mendesak aparat penegak hukum agar menindaklanjuti persoalan ini. “Dari aset Kota Tangerang yang sudah bergeser, menyusut, bahkan hilang saja jelas sekali ini ada ada indikasi korupsi dan kerugian negara,” tandasnya.

Sayangnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang M Noor maupun panitia khusus (Pansus) Aset DPRD Kota Tangerang belum bisa dimintai tanggapannya terkait persoalan ini.

Padahal, pansus telah merampungkan pembahasan bersama BPKD terkait masalah aset Pemkot Tangerang belum lama ini. “Coba silahkan tanya langsung sama ketua pansus (Hartoto,red) aset Kota Tangerang. Saya tidak bisa melangkahi kewenangan,” ujar Turidi Susanto, salah satu anggota Pansus Aset DPRD Kota Tangerang. (yuyu)