Walikota Arief Sebut Aneh Warga Korban Penggusuran Kota Tangerang Tidur di Kuburan

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah bantah warga Mekarsari, Kelurahan Panunggangan Barat, Cibodas, Kota Tangerang korban penggusuran beberapa waktu lalu, tidur di lahan pemakaman (kuburan).

“Informasi tadi malam iya seperti itu, namun setelah kita cek tidak ada yang tidur di kuburan, jadi saya tidak tahu tuh tinggal di kuburannya itu untuk kepentingan apa, disitu kan ada rusun kenapa pilih di kuburan,” kilah Arif, Jumat (8/12/2017) usai membuka acara KLW PWI Kota Tangerang di Gedung Cisadane.

Menurutnya, warga korban penggusuran Mekarsari yang tidur di kuburan adalah hal yang sangat aneh, sebab menurut dia sudah ada tempat layak yang sudah disediakan Pemkot Tangerang.

“Kenapa mereka harus memilih bertahan, sebab itu untuk pemberitaan atau seperti apa, sebab tadi malam yang ada cuma barangnya saja,” jelasnya.

Sebelumnya Erni (39) seorang warga Mekarsari RT 02/06 Mekarsari, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang mengaku bertahan dan tidur di kuburan lantaran tak memiliki biaya untuk menyewa kontrakan.

“Saya, beserta keluarga asli warga sini, Kota Tangerang adalah daerah kelahiran saya. Anak saya empat orang yang sudah berkeluarga ada dua orang, sedangkan yang dua lagi masih sekolah, anak saya ada yang tinggal bersebelahan,” ucapnya menjelasakan.

Kami termasuk warga yang  jadi korban pembongkaran. Semua keluarga tidur di lahan pemakaman secara bersamaan.

“Saya nggak sanggup untuk menyewa kontrakan jadi saya pilih tidur disini. Harapan saya pemerintah memerhatikan kita,” tandasnya sedih. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah