Menlu Saudi: AS Harus Pertimbangkan Pengakuan Yarusalem

KAIRO,PenaMerdeka – Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, memuji masyarakat internasional atas suara bulat penolakan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pada sebuah pidato Trump Rabu lalu, mengumumkan mengakui kota tersebut sebagai Ibu Kota Israel.

“Kami sangat mendesak Washington agar mempertimbangkan kembali keputusannya mengenai kota itu,” papar al-Jubeir yang dilansir dari Asharq al-Awsat, Minggu (10/12/2017).

Pernyataan tersebut diungkapkannya dalam pada sebuah pertemuan darurat Liga Arab yang diadakan di Kairo agar menyikapi keputusanTrump, yang juga menyetujui relokasi kedutaan negaranya di Israel dan pengakuan Yerusalem.

Jubeir menambahkan bahwa prakarsa perdamaian di Arab pada tahun 2002 lalu yang ditandatangani di Beirut berfungsi sebagai peta jalan (roadmap) untuk penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina.

Israel menganggap kota itu sebagai ibu kotanya, pada posisi yang hampir seluruh dunia menolak dan mengatakan bahwa statusnya harus ditentukan dalam perundingan damai dengan negara Palestina. Sementara Yerusalem Timur, yang termasuk Kota Tua, dianggap wilayah oleh Palestina akan diduduki berdasarkan hukum internasional.

Orang-orang Palestina berharap pasca pengakuan Yarusalem nanti akan menjadi ibukota negara masa depan mereka sesudah menyetujui negosiasi status akhir dengan Israel, sesuai dengan Perjanjian Oslo 1993. Langkah Trump menempatkan harapan tersebut dalam bahaya yang sangat serius. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah