Panitia Sholawat : Mengajak Warga Larangan Kota Tangerang Bersholawat

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, sempat menjadi viral di dunia maya. Bukan tanpa pasal, upload spanduk rangkaian acara maulid bertagline ‘Larangan Bersholawat‘ yang beredar di kalangan warganet menyebut ada kata sifat yang berarti melarang.

Acaranya memang digagas pihak Kecamatan. Justru disebutkan panitia adalah untuk mengajak warga Kota Tangerang melakukan sholawat yang kebetulan acaranya ditempatkan di wilayah Kecamatan Larangan.

Jadi intinya kata Khori Ayatulloh, Ketua Panitia acara ‘Kecamatan Larangan Bersholawat’ kepada PenaMerdeka.com menegaskan bukan bermaksud melarang umat Muslim melakukan sholawat.

Kami panitia sama sekali tidak bermaksud atau mempunyai maksud dan tujuan lain. Konotasinya adalah bahwa wilayah Larangan adalah bagian wilayah di Kota Tangerang, berdasarkan Perda Kota Tangerang Nomor 16 Tahun 2000 tentang pembentukan wilayah Kecamatan Larangan. Namun demikian jelas Khori, kami meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini.

“Tahun 2000 Kecamatan Larangan merupakan pecahan dari Kecamatan Ciledug. Tadi juga pak Walikota Tangerang bilang Larangan adalah wilayah yang ada di Kota Tangerang,” ujarnya usai acara Kecamatan Larangan Bersholawat, Minggu (17/12/2017).

Maka dari itu, sebelum acara, ungkap dia, para ulama dan Ormas Islam yang ada di wilayah Kecamatan Larangan sepakat untuk membuat tema acara ini.

“Kami mengajak masyarakat di delapan wilayah Kelurahan di Kecamatan Larangan, untuk melakukan sholawat kepada Baginda Nabi Besar Muhammad, supaya wilayah Larangan dan Kota Tangerang mendapat keberkahan. Terhidar dari marabahaya,” terangnya.

Lebih dalam ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kekompakan dari pada umaroh dan ulama di Kecamat Larangan, untuk mendoakan warga Palestina.

“Intinya bersholawat ini, untuk mendoakan saudara-saudara kita yang ada di Palestina yang sedang diuji, agar kemerdekaannya dan kebebasannya cepat diraih atas izin Allah SWT,” tegasnya.

Dirinya juga berharap kepada pemuda Ansor, KNPI, Karang Taruna dan Ormas Islam se Kecamatan Larangan selalu kompak, sesuai dengan selogan Kecamatan Larangan.

“Mari kita tngkatkan rasa kebersamaan, mari kita tingkatkan ukhwah Islam diantara kita, mari kita penuhi Masjid dan Majelis Taklim di lingkungan kita,” ucapnya menegaskan.

Ia lebih dalam menegaskan, terkait kegiatan keagamaan, Kecamatan Larangan memang eksis menjadi motor. Contohnya kegiatan pemuda bersholawat baru baru ini sudah diselengarakan saat peringatan Sumpah pemuda. Maka itu acara seperti ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah