Disperindag Kota Tangerang Sebut Aneh, Kalau Masih Ada Kelangkaan Gas

0 38

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Terkait masih adanya kelangkaan gas tabung elpiji ukuran 3 Kg (melon) di sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyebut aneh, maka itu pihaknya akan menerjunkan tim meninjau dan turun ke lokasi.

Pasalnya Disperindag Kota Tangerang mengklaim sudah melakukan penambahan kuota gas bersubsidi itu. Apalagi menjelang perayaan Natal dan tahun baru Disperindag jauh hari sudah mengantisipasi persoalan kebutuhan masyarakat tersebut.

Junijar, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kota Tangerang mengatakan, masalah kelangkaan gas yang terjadi di sejumlah wilayah termasuk pemberitaan di Pedurenan, Karang Tengah baru baru ini ia mengaku akan mengecek tentang kebenaran informasi tersebut.

“Saya akan cek mas kelapangan so’alnya kelangkaan melon 3 Kg bersubsidi itu. Soalnya sudah kita tangani dan kita siapkan sesuai kuota. Malah jelang natal dan tahun baru sudah kita tambah kuotanya makanya kalau masih ada kelangkaan saya ngerasa aneh,” ucapnya menegaskan kepada PenaMerdeka.com, via telpon, Kamis (21/12/2017).

Diberitakan sebelumnya akibat dampak kelangkaan gas melon 3 kilogram, warga Kota Tangerang harus merogoh kocek lebih dalam menutupi kebutuhan rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan urusan dapurnya, warga harus rela membeli makanan siap saji.

Kendati Pemkot Tangerang sudah meriliris bahwa kebutuhan gas tersebut sudah tercukupi. Tetapi hal ini tidak dirasakan oleh warga Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Mereka sempat kesulitan mendapat gas tersebut di warung terdekat.

Liah (30) warga Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah mengaku kesulitan akibat kelangkaan gas melon 3 kg. Sebagai ibu rumah tangga, ia mengaku terpaksa harus membeli makanan siap saji untuk keluarganya.

Sementara Syamsudin (62) pada pengecer gas melon di wilayah Karang Tengah, Kota Tangerang, pada Kamis (14/12/2017) pekan lalu menyebut kosongnya gas bersubsidi di warung miliknya dirasakan sejak tiga minggu lalu. Hingga kini di warungnya belum juga mendapatkan pasokan gas.

“Biasanya saya dipasok setiap tiga hari sekali 25 tabung, tapi sejak tiga minggu yang lalu saya tidak mendapat pasokan, bahkan akibat kelangkaan gas saya sudah mencari disetiap pangkalan, tapi kosong juga,” tandasnya. (puji RH/yuyu).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...