Dibangun Tahun 1816, KPAI Minta Pemprov Rehab SMP Negeri 32 Jakarta

JAKARTA,PenaMerdeka –Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Pemprov DKI Jakarta segera merehab SMP Negeri 32 Jakarta pasca salah satu bagian gedungnya mengalami roboh. Secara umum bangunan di SMP tersebut diperkirakan berusia ratusan tahun, karena tercatat sejak tahun 1816 bangunan SMP sudah berdiri.

Retno Listyarti, Komisioner Bidang Pendidikan serta Susiana Affandi Komisioner Bidang Anak Dalam Situasi Darurat pada KPAI dalam kesempatan kunjungan pada Kamis (22/12/2017) lalu selain sudah merekomendasikan sejumlah usulan tetapi ingin juga memastikan bahwa seluruh gedung SMP dalam kondisi harus layak dan aman bagi siswa.

Dalam rilisnya yang diterima PenaMerdeka.com rehab SMP Negeri 32 Jakarta yang beralamat di Jalan Pejagalan Raya, Nomor 51, RT.5/RW.4, Pekojan, Tambora, RT.5/RW.4, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, sangat perlu dilakukan tetapi dengan berbagai pertimbangan lantaran bangunan tersebut juga dikabarkan mengantongi nilai sejarah dan termasuk dalam cagar budaya wilayah setempat.

“Namun demikian mengingat perlunya siswa dalam mengikuti kegiatan belajar tetap berlangsung tetapi harus bisa dipastikan aman,” ucap Susiana, Sabtu (24/12/2017).

Dalam kunjungan itu menurut Susiana, KPAI yang diterima pihak Kepsek dan jajaran manajemen sekolah mengatakan, bangunan yang roboh selama ini tetap di pergunakan sebagai Aula dan tempat sholat bagi warga sekolah.

“Bahkan sebelumnya pada Kamis, (21/12/2017) lalu sekitar pukul 11.00 WIB pada hari kejadian robohnya gedung itu, sebelumnya bangunan tersebut masih dipergunakan sebagai tempat perayaan hari besar agama yang dihadiri seluruh siswa,” tandas Susiana.

Bangunan SMP Negeri 32 Jakarta kemudian roboh 3 jam setelah anak-anak bubar dari kegiatan itu. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika roboh pada saat banyak siswa di dalamnya.

Informasi yang berhasil dari pihak sekolah mengatakan, bangunan yang roboh berada di halaman depan SMP dengan berbentuk arsitektur Tiongkok itu dibangun pada tahun 1816 dan dipergunakan pada tahun 1818. Dalam pantauan KPAI, bahkan disebutkan sebagian kayu-kayu ukir pun masih terlihat indah dan kokoh berdiri.

KPAI juga menemukan 3 lemari kuno dari kayu jati yang sudah berusia sangat tua. Lemari-lemari kaca tersebut saat ini dipergunakan sebagai tempat menyimpan bahan-bahan kimia.

Dari hasil pantauan langsung ke kelas-kelas, maka KPAI menilai bahwa ada 4 ruang kelas yang tidak memenuhi standar minimum sarana prasarana dari standar nasional pendidikan (SNP).

Pihak SMP Negeri 32 Jakarta diinformasikan sudah mengajukan permohonan rehab total bangunan pada tahun 2014. Pengajuan dilakukan ke Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta mengingat gedung tersebut merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan.

Namun sayangnya, SMP berlantai dua ini tak kunjung dieksekusi sampai akhirnya bangunan tersebut roboh pada Kamis, (21/12/2017) lalu. Bahkan, menurut keterangan, pada 18 Desember 2017 yang lalu, ada perwakilan Dinas Pariwisata DKI Jakarta yang meninjau bangunan sekolah yang roboh tersebut.

KPAI juga mendapatkan informasi bahwa lahan SMP Negeri 32 Jakarta pun kini sudah miring ke sisi utara sehingga berpotensi juga membahayakan para peserta didik dan warga sekolah yang lain. Di duga kuat, tanah di sisi utara sekolah amblas akibat banjir yang kerap menggenang di tahun-tahun sebelum Kali Krukut di depan sekolah dinormalisasi. ‎(aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah