Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

HMI-PMII Sebut Tata Ruang Kota Serang Amburadul

0 110

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memberikan kritik kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Kedua organanisasi mahasiswa ini menilai tata ruang di Kota Serang amburadul.

Pemkot Serang, kata HMI-PMII, tidak bisa mendisgn mengelola infrastruktur ruang kota, sehingga banyak kesemrawutan di kota berjuluk Madani tersebut.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Serang, Aliga Abdillah mengatakan, memang upaya pemerintah dalam mempercepat perbaikan tata ruang saat ini terutama di beberapa titik trotoar di Kota Serang jadi terlihat baik.

Sementara jalan berlubang dan rusak masih ditemukan seperti di Cipocok Jaya dan Kaligandu. Menurut Aliga, Pemkot tidak bisa memilih mana yang prioritas dan mana yang pokok untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Kita masih lihat genangan air yang begitu banyak di sekitaran depan Hotel LeDian, tapi malah yang dibangun ialah tugu di arah jalan masuk tol serang timur, padahal banyak hal mendasar yang harus diselesaikan seperti menyelasaikan masalah drainase di titik rawan genangan air ketika hujan, upaya mempercantik tata ruang harusnya jadi prioritas yang terakhir setelah hal yang pokok terpenuhi,” kata Aliga pada PenaMerdeka.com, Senin (25/12/2017).

Aliga menjelaskan, masih banyak pula titik jalan di Kota Serang yang menjadi langganan macet sampai berjam jam disebabkan oleh banyaknya bahu jalan yang digunakan untuk parkir.

Padahal, indikator utama kemacetan sangat dipengaruhi oleh kendaraan yang parkir menggunakan badan jalan.

“Kenapa tidak pemerintah tertibkan dulu ruko/cafe yang tidak punya lahan parkir, baru melakukan upaya kecantikan terhadap pembatas jalannya, sehingga tidak sia-sia upaya nya.”

Untuk kedepan kami minta pembangunan di Kota Serang secara tata ruang harus substansi dan tepat sasaran.

Sementara itu, Sekretaris Umum PMII Kota Serang, Zaenal Alimin, mengatakan Pemerintah Kota Serang harus mulai menata ruang wilyah sesuai dengan kultur warga Kota Serang.

Misalnya, untuk daerah Kasemen khusus pertanian, Curug khusus pabrik, Kaligandu khusus untuk properti dan sebagainya. Selama ini, Kasemen jadi lahan pertanian tapi dukungan dari Pemkotnya tidak maksimal sehingga masyakat banyak yang menjual sawahnya kepada pengembang.

“Model seperti itu saja kan harusnya terpola dengan baik. Saat menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) harus terkorelasi sesuai kebutuhan. Bisa dirumuskan secara baik bersama sejumlah OPD yang terkait,” tandasnya. (rhn/arif)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...