kanal partai gerindra

Ini Tanggapan Kemenag Kota Serang Soal Kenaikan Biaya Haji Dampak VAT

0

KOTA SERANG,PenaMerdeka- Pemerintah Arab Saudi resmi meberlakukan value added tax (VAT) sejak 1 Januari 2018. VAT atau pajak yang ditetapkan Arab Saudi sebesar 5 persen. Tentu berpengaruh pada anggaran penerbangan, termasuk akomodasi biaya haji dan umrah.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh PenaMerdeka.com, penghasilan dari negara penghasil minyak tersebut terus menurun sejak 2014 silam. Kemudian Arab Saudi memilih untuk menetapkan VAT atau PPN sebesar lima persen di semua transaksi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kementrian Agama Kota Serang, Machdum Bachtiar membenarkan mengenai akan adanya kenaikan biaya haji dan umrah bagi warga Indonesia termasuk di Kota Serang.

“Apabila naik, kami akan ikuti sesuai regulasi dan aturan. Kenaikannya juga diprediksi tidak terlalu signifikan, karena biasanya bagi jamaah berapa pun itu (harganya-red) bisa terbayar juga,” kata dia di Kantor Kemenag Kota Serang, Ciwaru, Kota Serang, Jumat (5/1/2018).

Standar biaya umrah yang dikenakan, kata dia, sebesar 20 juta. Apabila pajak dari Arab Saudi ini benar-benar berjalan dan diberlakukan, maka kenaikannya berkisar 1 juta. Artinya, jamaah yang akan berangkat ke tanah suci Makkah harus membayar biaya umrah sebesar 21 juta.

“Insya Allah ini tidak menciptakan perselisihan di masyarakat antara biaya haji dan umroh kedepan. Hanya sejuta. Tidak terlalu tinggi.”

Kata Machdum, peminat jamaah yang akan berhaji cukup panjang. Ia menyebut antrian haji mulai dari 17 sampai 20 tahun. Maka, masyarakat beralih ikut umroh sebelum tiba waktunya melaksanakan ibadah haji.

Pada 2018, total Jamaah Haji yang akan berangkat sebanyak kurang lebih 1000 jamaah di Kota Serang. Sedangkan, Jamaah Umroh yang mendaftar per bulan bisa mencapai 100 orang. Bila dihitung per tahun, kemungkinan besar bisa tembus 1000 Jamaah Umroh.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sejak 1 Januari 2018, Arab Saudi menerapkan PPN 5% untuk makanan, pakaian, barang elektronik dan bensin, serta tagihan telepon, air dan listrik, dan pemesanan hotel. Lantas, apakah kebijakan Arab Saudi ini bisa mendongkrak biaya Haji atau ibadah Umrah kedepan?

Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), Syam Resfiadi menyatakan PPN 5% yang diberlakukan Arab Saudi pasti berbuntut kenaikan jasa travel haji dan umroh di Indonesia.

“Umrah dan Haji (akan naik). Hanya, kalau haji masih belum bisa kita hitung pasti sambil menunggu jumlah jamaah yang pasti boleh kita berangkatkan sesuai nomor porsi dan tahun kuotanya,” ujar Syam kepada wartawan beberapa waktu lalu. (rhn/arif)

Puji Rahman Hakim Perindo
Baca Berita Lainnya
Pemkab Bekasi Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

consequat. elementum nunc mi, dolor id massa id