Meski Didemo, Proyek Tol Serpong-Cinere di Pamulang Terus Berjalan

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Meski Aktivis lingkungan hidup menggelar unjuk rasa menuntut pembangunan ruas tol Serpong-Cinere di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), dihentikan sementara. Namun, sampai saat ini pengerjaan proyek bersinggungan langsung dengan kawasan Setu Sasak Tinggi itu terus berjalan.

Para aktivis yang tergabung dalam Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda (Ganespa) Kota Tangsel menyebutkan,  proyek pengerukan jalan bebas hambatan ini merusak garis sempadan Setu. Hal tersebut bisa menyebabkan penyempitan area Setu, hingga dampak parahnya ialah volume Setu untuk menampung debit air akan berkurang drastis.

“Ganespa menganggap ada kesalahan prosedur, ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Pada dasarnya, ini adalah garis sepadan Setu yang tak boleh diusik atau diganggu, apalagi sampai dirusak, ada titik yang dirubah saat pembangunan Tol Serpong-Cinere,” jelas Hafiz Fidon.

Proyek pembangunan ruas itu berada persis pada sisi Setu Sasak Tinggi, bahkan hanya berjarak sekiranya 2 hingga 3 meter saja. Sejumlah titiknya, sedang menjalani penggalian Bore Pile, hingga kedalaman tertentu.

Kepala Pelaksana Proyek dari Waskita, Nanan Sudirman menjelaskan, panjang pembangunan yang berada di sekitar Setu Sasak Tinggi sampai sekira 250 meter. Sedangkan, pembangunan yang berada persis di sisi Setu lebarnya 2 meter, dengan panjang sekira 50 meter.

“Memang ada yang kena Bore Pile disitu, untuk tahanan jembatannya. Tapi nanti tanah (area) itu dikembaliin, kemungkinan akan lebih lebar lagi dan ditarik ke sini. Tidak ada penyempitan di Tol Serpong-Cinere, itu untuk dudukan saja, paling kena sekitar 2 meteran saja. Kita jalan terus, kecuali dari Owner kita suruh berhenti ya kita berhenti,” tutur Nanan. (yoyo)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang