Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

UMK Tinggi, Sejumlah Pengusaha Garmen Mulai Hengkang dari Bekasi

0 48

BEKASI,PenaMerdeka – Sejumlah pengusaha garmen mulai meninggalkan Kota Bekasi. Mereka tak sanggup membayar gaji karyawan yang sesuai upah minimum kota (UMK) Bekasi Rp3,9 juta per bulan. Sudah sepuluh pengusaha ini yang memindahkan lokasi usahanya ke wilayah luar Kota Bekasi guna mendapatkan UMK yang lebih rendah.

Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Herri Ismiraldi menjelaskan, bahwa keluhan kebesaran UMK itu sudah disampaikan kepada para pengusaha sejak 2017 saat UMK ditetapkan Rp3,6 juta per bulan.

“Tahun lalu pengusaha garmen sudah mulai goyang. Mereka hanya dapat mengupahi karyawannya Rp3,1 juta per bulan sesuai dengan keringanan dari gubernur Jawa Barat. Meski tidak gulung tikar, mereka masih dapat menggelarnya di Bekasi karna diberi keringanan oleh bapak Gubernur,” ujar Herri saat ditemui PenaMerdeka.com, Senin (29/1/2018).

Tetapi, kini dengan besaran UMK yang baru ini, para pebisnis itu mulai angkat tangan. Di waktu yang bersamaan, industri garmen pun sedang turun. Alhasil, pendapatan yang diraup belum mampu mengupahi penyetaraan UMK di Kota Bekasi.

“Memang sedang sepi orderan. Karena itu, mereka tetap bertahan dengan cara berpindah ke lokasi di luar wilayah Kota Bekasi. Sebelum mereka pindah mereka sudah memberi kewajiban kepada karyawannya dan sudah terpenuhi,” jelasnya.

Herri menegaskan, inflasi pada Kota Bekasi masuk kategori terendah nomor satu se-Jawa Barat. Per awal Januari 2018 ini, inflasi di Kota Bekasi berada di posisi 0,03%.

Menurutnya, pemerintah sudah berusaha menyejahterakan para buruh, namun pada sisi lain, mereka harus memikirkan keberlangsungan hidup pengusaha garmen juga supaya usaha mereka tetap berjalan. (ers/ewy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...