Pemkab Bekasi Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

BMKG Temukan Fakta Baru Gempa Lebak Banten

0

LEBAK,PenaMerdeka – Peristiwa Gempa Lebak, Banten yang sempat terjadi dengan kekuatan guncangan 6,1 magnitudo, pada (23/1/2018) lalu mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan akibat peristiwa alam ini terasa hingga Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung. Selama empat hari, tercatat setidaknya ada sekitar 53 kali gempa susulan dengan kekuatan magnitudo bervariasi.

Selama tiga hari BMKG melakukan perhitungan pengkajian akurat melalui proses relokasi terhadap gempa Lebak, Banten. Dari hasil itu, diketahui lokasi gempa terletak pada 105.9539 BT dan 7.3242 LS, dan kedalaman 46.5 ± 4.5 Km. Untuk mengetahui fenomena ini PVMBG, bersama dengan EOS melakukan pengamatan pada 23-25 Januari 2017.

Hasil pengamatan itu mendapatkan fakta baru, yakni mekanisme Sesar naik mengiri. Dan terjadi pada terusan Sesar Cimandiri menuju arah laut yang dinamakan Sesar Pelabuhan Ratu.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan, bahwa klasifikasi ini adalah ‘Fore-arc’ backthurust yakni adanya sesar naik yang memiliki bidang miring sampai berlawanan arah dengan zona subduksi atau ‘megathrust tersebut’.

“Ini diklasifikasikan sebagai ‘Fore-arc’ backthrust, sesar naik yang mempunyai bidang miring berlawanan arah dengan bidang zona subduksi atau ‘megathrust’,” ungkapnya, Senin (5/2/2018).

Gempa Lebak, Banten kemarin dan beberapa guncangan selatan Jawa lainnya sudah menambah pengetahuan tentang sumbernya di Pulau Jawa yang sebelumnya tak diketahui intansi terkait. Yaitu keberadaan dari jalur backthrust di sepanjang Selatan Pulau Jawa. Backthrust ini ada di barat Sumatra sudah dikenal sebagai Sesar Mentawai.

Menurutnya, dalam peta sumber dan bahaya gempa Indonesia 2017 yang sudah resmi dipublikasikan, Tim Pusgen memperkenalkan keberadaan Jalur sesar back – arc thrust Baribis – Kendeng yang memanjang dari Surabaya – Semarang – Cirebon – dan kemungkinan sampai ke Jakarta.

“Jalur gempa Back-arc thrust ini berada di utara Bali dan Nusa Tenggara. Salah satu segmen ini menjadi sumber fenomena alam yang pernah tertjadi di Flores tahun 1992 sehingga memicu tsunami besar dan memakan banyak sekali korban,” pungkasnya.

Kesimpulanya, gempa Lebak, Banten tidak sama dengan yang terjadi di Tasikmalaya pada tahun 2017 lalu, yang terjadi sesar di kedalaman 107 Km, yaitu di intraslab lempeng Australia yang menunjam pada bawah Jawa. Namun, kemungkinan sama dengan fenomena di Tasikmalaya pada tahun 2009. (uki/dbs)

PDAM Tirta Benteng
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

elit. nunc ut mattis Aenean libero. quis, Lorem libero