Dispertan Kabupaten Bekasi Desak PUPR & Bappeda Realisasi Peta Wilayah

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Progres rencana pembentukan Perda Tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPH2B) Kabupaten Bekasi dikabarkan terganjal sejumlah persoalan. Dinas Pertanian (Dispertan) setempat mendesak Dinas PUPR serta pihak Bappeda supaya merealisasi peta wilayah foto satelit.

“Itu agar pembuatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda, red) LPH2B menjadi Peraturan Daerah (Perda, red) yang permanen,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdulah Karim, Jumat (10/2/2018).

Menurut dia, kondisi peta wilayah yang sudah diatur dari 13 Kecamatan yang ada menjadi prioritas utama tetap dipertahankan. Ini adalah salah satu komitmen Pemkab Bekasi demi menjaga lahan abadi pertanian yang berkelanjutan.

Untuk itu kata Abdulah Karim, pihaknya terus mendorong guna tahapan Raperda segera ditetapkan menjadi Perda. Sebab nantinya Perda tersebut tentunya akan mengatur kondisi wilayah suatu daerah.

Ia mencontohkan, seperti wilayah Cikarang Timur, sesuai dengan Perda RT/RW yang telah ditetapkan, sekitar seluas 1500 hektar telah dikeluarkan izinnya sebagai kawasan industri.

“Daerah tersebut tidak lagi boleh dialih fungsikan. Sebab dalam peta wilayah sudah ditetapkan,” ucap Abdulah Karim.

Ia menambahkan, terkait hasil penetapan wilayah yang menggunakan foto satelit pihaknya masih harus menunggu dari Dinas PUPR dan Bappeda Kabupaten Bekasi.

“Karena itu akan terus didesak agar cepat terealisasi,” katanya berharap.

Pasalnya banyak kawasan lahan di daerah setempat saat ini sudah dikuasai oleh pengembang perumahan. Dan itu tidak bisa dirubah menurut klasifikasi penentunya.

“Yang perlu ditegaskan juga dalam proses pembahasan Raperda nanti harus mengatur adanya sanksi,” uajrnya.

Namun demikian dikatakannya lagi soal peta wilayah foto satelit pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan dinas yang ada. Agar secara pengerjaan cepat terselesaikan. Maka itu diharapkan dinas harus fokus.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, tercatat ada 52.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi. Dari hasil tinjauan di lapangan, dari jumlah tersebut, 32.000 hektare di antaranya akan didaftarkan sebagai lahan pertanian abadi.

Jumlah tersebut terlihat dari peta wilayah yang terhampar di 13 kecamatan sebagai daerah penghasil padi terbaik di Kabupaten Bekasi seperti Pebayuran, Kedungwaringin, Cabangbungin, Sukakarya, dan Sukatani. (ewwy/ers)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah