HUT RI 76

Soal Cawabup Bekasi, Eka Supria Atmadja ‘Minder’?

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Carut marut soal Pergantian Antar Waktu (PAW) Wakil Bupati (Wabup) Bekasi, disinyalir lantaran belum ‘pede’nya Eka Supria Atmadja terhadap popularitas dan elektabilitas untuk menyongsong perhelatan Pilkada Kabupaten Bekasi mendatang.

Dugaan adanya intrik dari eks tim penjaringan Cawabup internal partai maupun Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD, menimbulkan kesan adanya kekhawatiran akan terjadinya persaingan politik antara Wabup dan Eka yang notabene menjadi seorang Bupati lantaran ‘ketiban durian runtuh’ karena ditangkapnya Neneng Hasanah Yasin oleh Lembaga Anti Rasuah pada beberapa waktu lalu.

Ergat Bustomi, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KOMPI Mengatakan, kemungkinan yang terjadi dengan berulangkali kandasnya PAW Wabup, kuat dugaan lantaran Eka atau orang yang berada dilingkarannya merasa khawatir jika Wabup akan menjadi persaingan popularitas diantara Bupati dan Wakil Bupati kedepannya.

“Saat ini harus diakui, bahwa popularitas Eka masih belum mengakar di masyarakat. Popularitas Eka sebagai bupati masih rendah,” ungkapnya, senin (9/3).

Masih rendahnya popularitas Eka sambungnya, tentu akan menjadi angin segar bagi siapapun yang akan menjadi pesaingnya pada perhelatan pilkada kabupaten Bekasi mendatang.

“Persaingan popularitas dan elektabilitas pada Pilkada mendatang tentu akan lebih mudah bagi siapapun yang menjadi pesaing Eka nantinya,” tandasnya.

Namun lanjut Ergat, panasnya kondisi politik di kabupaten Bekasi saat ini tentu berimbas kepada SKPD dalam menjalankan program kegiatan kerja di berbagai sektor.

“Kita sebagai masyarakat mempertanyakan, mau sampai kapan sih kondisi politik dibuat ‘panas’ terus seperti sekarang ini?. Dan tentu saja yang kena imbas dan yang dirugikan adalah masyarakat,” katanya.

Walaupun posisi Wakil Bupati yang katanya hanya bersifat administratif lanjut dia lagi, namun sesuai aturan Wabup tetap mempunyai peran dalam tata kelola pemerintahan.

“Walau posisi Wabup sifatnya administrasi, tapi sesuai aturan mempunyai peran di dalam pemerintah daerah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah menyampaikan kepada Bupati Bekasi bahwa kekosongan jabatan Wakil Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan Tahun 2017-2022 terhitung sejak Wakil Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, SH dilantik menjadi Bupati Bekasi pada tanggal 12 Juni 2019 sampai dengan akhir masa jabatan Bupati Bekasi pada tanggal 22 Mei 2022, yaitu 35 bulan 10 hari. Sehingga jabatan Wakil Bupati Bekasi, Sisa Masa Jabatan Tahun 2017-2022 harus segera diisi sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan. (Ers)

Disarankan
Click To Comments