Polrestro Bekasi Ungkap Pelaku Penipuan Modus Mualaf

KABUPATEN BEKASI,Pena Merdeka- Polres Metro (Polrestro) Bekasi, Jawa Barat bersama Polsek Tambun berhasil menangkap dua pelaku penipuan dengan modus berpura-pura menjadi mualaf dan meminta bantuan kepada lembaga pemerintahan (Dinas Sosial) maupun masjid daerah setempat.

“Pelaku berinisial MFW alias lM atau ML, dan WN. Dalam hal ini pelaku juga melakukan pemalsuan dokumen guna melancarkan aksinya,” kata Kepala Polrestro Bekasi, Kombes Polisi Candra Sukma Kumara di Kabupaten Bekasi, Kamis.

Menurut dia pemalsuan itu berupa surat kehilangan dari kepolisian. Dan juga surat mualaf yang dikeluarkan oleh Masjid Jami Nurul lman Cimone Tangerang.

Dari hasil introgasi yang dilakukan petugas, pelaku meceritakan awal mulanya yaitu pada Rabu (21/2), pukul 06.30 Wib kedua orang pelaku datang ke Masjid Jami Al-Qursiah, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara.

Pada waktu itu pelaku bertemu anak seorang Ustadz berinisial RD untuk dipertemukannya dengan bapaknya.

Namun saat pertemuan tersebut, Ustadz RD sedang tidak enak badan dan pelaku beserta anaknya ditinggal masukdengan alasan faktor kesehatan. Tidak berselang lama pelaku dan anak tersebut langsung meningkan rumah.

Tetapi dalam hal tersebut salah seorang pelaku yang berpura-pura menjadi mualaf itu berbicara kasar terhadap anak seorang ustadz tersebut dengan nada membentak.

Akibat dari hal itu membuat warga sekitar geram dan keluar rumah. Kemudian kedua pelaku itu langsung dibawa ke balai karang taruna setempat sebelum ke Polsek Tambun.

Ia menambahkan dalam kejadian tersebut pelaku diketahui juga melakukan penipuan pada beberapa daerah antara Iain Medan, Padang, Jambi, Lahat, Palembang, Riau, Merak, Serang, Cilegon dan Jabotabek.

Kemudian hasil penipuan tersebut dipergunakan pelaku untuk membeli alat-alat komputer, bermain game, warnet dan membeli tiket bus.

Dalam kejadian ini petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua lembar surat mualaf yang dikeluarkan Masjid Jami Nurul lman Cimone Tangerang, satu buah stempel DKM Masjid Jami Nurul Imam Cimone Tangerang. Dan tiga buah mouse (untuk main Game online), satu unit headphone (pengeras suara), Iima lembar tiket bus, tiga surat kehilangan dari pihak Kepolisian , dua unit telepon seluler berbasis android.

Lanjut Kombes Polisi Candra menjelaskan dalam kasus tersebut kedua pelaku dijerat menggunakan pasal 378 KUHP dan pelaku dapat dikenakan dengan ancaman hukuman paling lama empat Tahun penjara.

Selain itu penggunaan Pasal 378 KUHP sebagaimana dimaksudkan barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang Iain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat.

Serta rangkaian kebohongan, menggerakkan orang Iain untuk menyerahkan barang sesuatu kepada penipu yang berpura-pura menjadi mualaf itu, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.( Ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah