Sudah Dinyatakan Meninggal, Jasad Pria di India Ini Bergerak-gerak

0 43

INDIA,PenaMerdeka – Divonis dokter alamai “brain dead” oleh dokter disebuah rumah sakit di Nagpur, India, jasad pria bernama Himanshu Bharadwaj tiba-tiba bergerak saat sudah disemayamkan di kamar mayat.

Himanshu Bharadwaj (24) menderita luka cukup parah  setelah mengalami kecelakaan sepeda motor di Chhindwara, Madhya Pradesh, India, Minggu (4/3/2018). Himanshu kemudian dibawa ke Nagpur untuk mendapat perawatan khusus.

Saat melakukan pemeriksaan kepada Himanshu, para dokter dan suster di rumah sakit menyatakan Himanshu mengalami mati otak dan tewas. Himanshu langsung dipulangkan ke Chhindwara.

“Anggota keluarga Himanshu Bharadwaj kemudian membawa kembali ke rumah sakit di  distrik Chhindwara, di mana para dokter menyatakan bahwa dia meninggal saat denyut nadinya hilang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” tungkas Dr Sushil Dubey, petugas medis senior di rumah sakit distrik Chhindwara, seperti dilansir dari Hindustantimes.

Himanshu Bharadwaj kemudian dipindahkan ke kamar mayat rumah sakit agar postmortem Senin (5/3/2018) siang. Namun, suatu keanehan terjadi saat petugas kamar mayat melihat ada yang ganjil pada jasad pria ini.

“Saat penyapu mayat sedang menyiapkan tubuh untuk di postmortem, ia tiba-tiba melihat gerakan di tubuh Himanshu. Kaget, petugas segera memberitahu dokter, yang bergegas ke kamar mayat dan memindahkan Himanshu,” imbuh Dr Dubey.

Himanshu Bharadwaj kembali sadar dan semua bagian penting organ tubuhnya dinyatakan stabil kembali. Himanshu kemudian dipindahkan ke rumah sakit di Nagpur agar mendapat perawatan yang lebih baik.

Namun, salah seorang keluarga Himanshu, Santosh Rajput menuntut tindakan keras kepada dokter yang menyatakan saudaranya sudah tewas.

“Kami menuntut tindakan dokter itu saat menyatakan meninggal. Namun, saat petugas penyapu tengah menyiapkan, jasad pria saudara kami bergerak dan kembali dinyatakan organ tubuhnya masih stabil,” (riri)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...