Walikota Cilegon Non Aktif Dituntut 9 Tahun Penjara

SERANG,PenaMerdeka – Terdakwa korupsi Tubagus Iman Ariyadi dituntut 9 tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupai (KPK).  Walikota Cilegon non aktif itu juga dituntut membayar denda sebesae Rp275 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

“Kami menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Tubagus Iman Ariyadi sudah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ungkap jaksa saat membacakan amar tuntutan Helmi Syarif di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, Rabu (2/5/2018).

Dalam pertimbangannya, hal yang memberatkan Walikota Cilegon non aktif ini tidak mendukung program pemerintah memberantas korupsi. Terdakwa mengenakan kekuasaanya untuk melakukan kejahatan. Terdakwa tak berterus terang dan juga tidak menyesali perbuatannya.

“Hal ini yang meringankan yaitu terdakwa belum menikmati uang hasil kejahatan, mempunyai tanggungan keluarga, sopan selama persidangan dan juga mengaku belum pernah dihukum,” jelasnya.

Walikota Cilegon non aktif itu melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah diubah dengan Undarg-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 (1) KUHP. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah