KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Saring dan tampung aspirasi masyarakat di Dapilnya, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Amarno menggelar Reses kedua tahun 2018 di wilayah Larangan, Kota Tangerang.
Dihadiri, lebih kurang 300 warga dan berlangsung, pada Minggu (13/5/2018) malam, Amarno diberondong pertanyaan soal permasalahan kesehatan dan pendidikan di Kota Tangerang.
Politisi Partai Gerindra itu, mengatakan, persoalan kesehatan dan pendidikan memang sering dijumpai dikala Reses, dari tahun ketahun.
“Paling banyak pendidikan, kesehatan dan imprastruktur, masalah tersebut saya sangat tahu betul, sebab saya ada di Komisi II yang membidangi hal tersebut,” terang Amarno, Minggu (13/5/2018) pekan lalu.
Dia melanjutkan, Reses merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap Anggota Dewan, sebab, selain bisa menjaring aspirasi masyarkat, juga bisa saling bersillaturahmi dengan para warga yang telah memilihnya menjadi anggota Dewan.
“Kalau ini tidak dilakukan rugi ya, karena ini waktu yang paling tepat untuk bersilaturahmi dengan mereka yang sudah mengantar saya duduk menjadi Dewan, selain itu, saya juga jadi tahu dengan permasalahan-permaslahan di masyarakat,” jelasnya.
Lebih dalam ia mengatakan, berdasarkan usulan-usulan masyarakat dalam Reses, telah banyak menghasilkan program-program yang mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Waktu itu kita, Komisi II mengusulkan Perda insiatip pelayanan kesehatan masyarakat dan sudah diketuk palu, seperti program UHC ( Universal Health Coverage-red) yang mana preminya dibiayai oleh APBD, seperti BPJS kelas tiga bagi warga yang tidak mampu untuk membayar iurannya dan sudah lebih dari 136.862 jiwa terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Tangerang dan pada tahun 2028, kita sudah angarkan sebesar 45 miliar ,” ungkap pria yang hobi dengan musik Campur Sari.
Dirinya menambahkan, pihaknya sempat kaget, lantaran pada saat Reses ke-II masyarakat banyak yang belum tahu dengan program-program yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang.
“Tadi saya sempat kesal dengan kondisi seperti ini, saat ditanya soal UHC masyrakat tidak ada yang tahu, ini sumbatanya dimana padahal ini sangat penting, maka saya berharap Dinas Kesehatan harus lebih intensif lagi dalam mensosialisikan progam pemerintah melalui kader Posyadu, Puskesmas, lurah dan Camat, agar masyarakat bisa tahu semua dengan program ini,” tandasnya. (aputra/hisyam)







