Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah dipastikan akan menggantikan posisi Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai Kapolri baru. Namun Badrodin menegaskan bahwa Tito akan mendapat dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan selama masa jabatannya.

Secara politik Tito Karnavian sudah melewati uji kelayakan dan kepatutan dari Komisi III DPR.

Dua pesan khusus yang ditunjukan kepada Tito Karnavian apabila nantinya menjabat Kapolri adalah pembenahan internal di tubuh Polri.

Lebih dalam disampaikan Badrodin yang memasuki masa pensiun pada Juli 2916 ini terkait pembenahan internal adalah harus adanya perekrutan polisi yang baik, pendidikan pengembangan, dan pendidikan pembinaan karier sampai akhir masa dinas.

“Mulai dari rekrutmen sampai pensiun kan ada tahapan. Kemudian masalah jabatan dan pengakhiran masa dinas. Jadi tadi yang dimaksud ada hulu sampai hilir,” ujar ujar Badrodin.

Soal pesan kedua Badrodin kepada Tito, yakni melakukan penegakan hukum secara tegas dan tidak diskriminatif sehingga siapapun mendapatkan perlindungan dengan baik.

“Jika ini berjalan. Diharapkan bia jadi pemersatu kesatuan bangsa dan juga jadi penegak toleransi,” kata Badrodin menuturkan.

Terkait pengangkatan Tito Karnavian sebagai Kapolri, Joko Widodo (Jokowi) menggunakan hak prerogatifnya sebagai Presiden RI. Jabatan yang dipegang Tito sanpai saat ini adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Lalu siapakah Komjen Pol Tito? Untuk lebih dekat mengenalnya, berikut profilnya. Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 26 Oktober 1964. Dia angkatan AKABRI 1987 pertama yang menembus pangkat jenderal bintang tiga.

Keberhasilannya adalah ketika membongkar jaringan teroris Nurdin M Top. Sehingga karir Tito Karnavian di Kepolisian melesat sanmpai ia naik pangkat menjadi Brigadir Jendral Polisi dimana pada sebelumnya Kombes Pol.

Sewaktu kelas 3 SMAN 2 Palembang, Komjen Pol M Tito mengikuti ujian perintis, atau seleksi masuk perguruan tinggi (sekarang namanya SNMPTN).

Soal riwayat pendidikan, Komjen Pol M Tito Karnavian, lulus di beberapa universitas besar tanah air.

Ia lulus ujian Perintis di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) serta Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Yang dipilihnya saat itu adalah Akabri. (deden/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *