Proses seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pilgub Banten di Kabupaten Tangerang dinilai syarat kepentingan. Beberapa peserta yang gagal menilai seleksi dilakukan tidak transparan.

Dua diantaranya adalah Asep Sopiyan dan Karsan. Karsan Protes karena tidak lolos seleksi tulis yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2016, lalu. Sementara Asep Sopyan tidak lolos seleksi tes wawancara, Senin (18/7).

Karsan mendaftar PPK mewakili warga Desa Buniayu Kecamatan Sukamulya. Dirinya berharap bisa diterima menjadi anggota PPK. Namun harapan untuk menjadi anggota PPK pupus sudah karena nama dirinya tidak lolos dalam tahap seleksi tes tertulis yang di laksanakan pada awal Juli silam.

Karsan mengatakan dirinya kecewa atas kinerja panitia seleksi yang dibentuk KPU. Menurut Karsan pada awalnya dirinya sudah mencurigai adanya dugaan ketidakberesan dalam rekrutmen penerimaan calon anggota PPK.

Karena beredar kabar bahwa peserta yang mengikuti seleksi tes akan lulus jika memiliki kerabat dan pertemanan dengan panitia.

”Meski sulit dibuktikan, namun informasi tentang adanya rumor beredar dibawah sangat santer terdengar,”ujarnya.

Pada saat seleksi tes tanggal 3 juli silam lanjut Karsan, Standar penilaian untuk menjadi anggota PPK tidak dijelaskan secara rinci oleh KPU Kabupaten Tangerang, dan KPU tidak memunculkan hasil nilai tes tulis mulai dari nilai teratas sampai nilai terendah, dan tes wawancara secara detail.

Tidak ada standar penilaian yang dilakukan KPU saat seleksi lalu, saya heran nilai saja tidak dimunculkan, ini kan terkesan tertutup, ucapnya.

Ketua KPU Cecep Jamaludin saat dikonfirmasi mengatakan, soal tidak diumumkannya nilai hasil seleksi tes anggota PPK. KPU tidak berkewajiban untuk mengumumkannya, namun pada hasil wawancara akan terlihat urutan nilai mulai dari nilai terendah sampai terbawah.

Ia mencontohkan salahseorang peserta asal Sepatan yang baru saja mengundurkan diri setelah lolos seleksi Wawancara, untuk menggantinya nomor urut berikutnya yang menggantikannya. “KPU akan menampilkan nilai tertinggi dan terendah hasil tes wawancara,” jelasnya. (agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *