Turki Tindak Keras kepada 6000 Pendukung Kudeta

Rupanya pemerintah sah Turki memperluas tindakan keras terhadap para pendukung kudeta militer yang gagal dilakukan pada Sabtu (17/7) dinihari lalu, dilaporkan sampai berita ini diturunkan angkatan bersenjata dan peradilan menjadi sekitar 6.000 orang.

Pemerintah Turki pun meyakinkan bahwa negara tersebut secara ekonomi masih dalam kendali pemerintahan yang sah.

Pendukung Presiden Tayyip Erdogan berkumpul di depan rumah presiden di Istambul menuntut para komplotan yang berkudeta dihukum mati. Meskipun pemerintah Turki sampai saat ini tidak memberlakukan hukuman itu sejak tahun 2004 sebagai bagian upaya untuk bergabung dengan Uni Eropa.

“Kita tidak bisa mengabaikan permintaan ini. Dalam demokrasi, apa pun yang dikatakan rakyat harus terjadi,” kata Erdogan kepada kerumunan pendukungnya sebagaimana dilaporkan Reuters, Senin (18/7).

Sementara warga Turki yang berada di Amerika Serikat (AS) berkumpul di Pennsylvania untuk memprotes upaya kudeta militer yang berujung pada kegagalan pada Jumat lalu. Kudeta tersebut diduga didalangi oleh tokok oposisi Turki yang berada di pengasingan di AS.

Pemerintah Turki menuding ulama sekaligus tokoh oposisi Fethullah Gulen sebagai dalang dari kudeta militer tersebut. Namun, Gulen dengan tegas membantah dan malah mengutuk aksi kudeta tersebut.

Sekitar 100 warga Turki yang berasal dari sejumlah wilayah di AS berkumpul di kediaman Fethullah Gulen yang berada di Saylorsburg. Mereka menuntut pemerintah AS untuk mengekstradisi Gulen ke Turki. (sauqi/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...