Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Soal Dana Pemberantasan Narkoba & Gara-gara Sebut Percuma…Jadinya Dikecam

BANTEN,PenaMerdeka – Buntut tudingan Kepala (Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten terhadap Gubernur Wahidin Halim yang menganggap tak serius menangani pemberantasan narkoba banyak pihak sebut malah berbalik.

Sebab Pemprov Banten juga sedang serius membangun sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Informasi yang berhasil dihimpun, BNNP Banten pada tahun 2018 ini telah meminta pos dana hibah melalui APBD Pemprov Banten sebesar Rp 35 miliar.

Tetapi Pemprov bersama DPRD Banten hanya mengesahkan Rp 2 miliar. Anggaran pemberantasan narkoba menurut Ketua BNPP Banten, Brigjen Pol Muhamad Nurochman termasuk untuk sosialisasi dan rehabilitasi pengguna narkoba.

“Boleh bikin jalan, bikin rumah sakit, bebas pendidikan. Kalau anak mudanya kena narkoba percuma pembangunan dijalankan, 10-15 tahun kedepan nggak ada pemuda Banten yang punya prestasi. Iris kuping saya,” kata Nurochman.

Aliansi Muda Banten Selatan (AMBS) menyayangkan statmen Brigjen Pol Muhamad Nurochman Kepala BNNP Banten yang menuding Gubernur Banten tidak memiliki komitmen dalam pemberantasan narkoba.

“Kami pemuda kecewa ucapan Kepala BNN kalau pembangunan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang sedang dilakukan oleh Gubernur Banten dianggap percuma oleh Nurochaman, Kepala BNN Banten,” ujar Topan Ghifari, Aktifis AMBS.

Tidak pantas diucapkan seorang pejabat publik yang mengatakan pembangunan pendidikan dianggap percuma, karena tidak sejalan dengan pemberantasan narkoba. Padahal pembangunan pendidikan itu adalah prioritas penting.

Ghifari beralasan, isi dari pembangunan diajarkan budi pekerti, moralitas dan karakter berfikir baik. Harusnya kebijakan Gubernur Banten terhadap pembangunan pendidikan ini didukung bukan dianggap percuma.

“Kalau saya menilai Pemprov Banten sekarang ini luar biasa ikut membantu memerangi bahaya narkoba melalui bantuan dana pondok pesantren, membangun pendidikan, kegiatan keagamaan, menggelar kegiatan keolahragaan. Ini sudah membantu pemberantasan narkoba,” ucapnya.

Muhlas Ade Putra, Guru di SMA Negeri 4 Kota Serang menyayangkan pernyataan Kepala BNNP Banten soal ungkapan kata ‘percuma’ membangun pendidikan, jalan, dan kesehatan.

“Tidak ada kata percuma dalam pembangunan pendidikan, apa yang telah diucapkan oleh Kepala BNN Banten. Pendidikan itu adalah garda terdepan yang harus diprioritaskan,” Ujar Muhlas.

Urusan pemberantasan narkoba jelas tanggung jawab BNN Banten selaku lembaga yang berkewajiban memberantasnya bukan malah melempar ke Gubernur untuk bertanggungjawab lebih,” tambahnya.

Kami merasa Gubernur Banten sejauh ini ikut memerangi narkoba melalui kegiatan keagamaan. Bahkan dalam setiap kesempatan acara menyampaikan dan mengajak kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan narkoba.

“Artinya secara moral dan moril sudah bagus. Dana Rp 35 miliar sangat banyak. Sementara sektor pendidikan kesehatan dan lainnnya juga penting, pemerantasan narkoba menjadi tanggung jawab moral bersama,” tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Banten, Wahidin Halim menolak disalahkan, jika dikatakan anggaran hibah tersebut kecil. Pasalnya kata pria yang kerap disapa WH bahwa anggaran dibahas bersama-sama dengan DPRD.

“Ini kan hibah. Kan DPRD juga yang bahas, kenapa gubernur yang disalahin? Minta lagi ke DPRD, karena yang bahas juga DPRD. Anggaran yang bahas sama-sama, TAPD sama DPRD. Jangan diterjemahkan maunya kita (pemprov),” pungkas WH. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...