KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Penyakit gatal (secabies) atau varasit sarcoptes scabiei dapat menular melalui wadah seperti air, handuk atau sabun yang dipakai secara bersama-sama.

Penyakit tersebut kerap kali diderita para murid pondok pesantren (Ponpes) non moderen, selain itu juga dapat terjadi di tempat padat penduduk, seperti asrama, panti asuhan, lokasi KKN dan lain sebagainya.

Dr Hendra Tarmizi, Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tangerang mengatakan, penyakit gatal itu memang banyak terdapat pada murid santri Ponpes Salafiah.

“Itu bukan hanya di Kabupaten Tangerang saja. Diseluruh Indonesia pasti ada, karena mereka itu kalau berwudu disatu kolam (kulah,red) yang sama. Jika ada salah satu penderita maka itu akan terus menular kepada yang lain. Selama air tidak diganti dan mengalir,” terang Hendra, Jumat (27/7/2018) kemarin.

Hendra menambahkan, scabies tidak menyebabkan kematian, akan tetapi hanya membuat penderitanya merasa terganggu dengan rasa gatalnya.

“Maka itu tidak dijadikan prioritas Dinas, tapi di Puskesmas yang wilayahnya banyak Pesantren, seperti di Keresek, Keronjo, Sukadiri dan Balaraja. Bisanya kita melakukan melakukan penyuluhan kepada kyai-kyainya atau pengasuh Ponpesnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyarankan untuk membuat penampung air agar bisa mengalir dan untuk yang telah terjangkit penyakit gatal tidak menular kepada yang lain.

“Agar tidak tergenang airnya, kalau memang tetap seperti itu pastinya bakal tertular semua dan jangan mengunakan pakaian secara berbarengan,” tandasnya. (aputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *