Dampak Aksi Tawuran, Gubernur Banten Sebut Rugikan Dunia Pendidikan

0 465

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Aksi tawuran kembali terjadi antara kelompok pelajar SMK Bhipuri Serpong dengan SMK Sasmita Jaya di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan pada Selasa (31/7/2018) kemarin.

Hal itu mendapat perhatian dari Gubernur Banten, Wahidin Halim. Gubernur mengakui sangat prihatin soal bentrok yang terjadi antar sesama pelajar itu.

“Aksi tawuran ini tak boleh berulang karena bukan merugikan siswa, sekolah dan juga keluarganya. Namun merugikan dunia pendidikan,” terang pria yang akrab disapa WH, Kamis (2/8/2018).

Sebagai bentuk keprihatinan, WH langsung mendatangi kedua sekolah itu. Kedatangan Gubernur untuk berdiskusi dengan Ketua Yayasan dan juga Kepala Sekolah dari kedua sekolah itu.

Dalam diskusi itu, Gubernur Banten meminta supata segera dibangun komunikasi antar kepala sekolah serta Organsasi Intra Sekolah (OSIS) kedua sekolah yang terlibat bentrokan.

WH berharap pengawasan terhadap siswa bukan saja diperlukan dalam pendekatan yang bersifat preventif tetapi juga diperlukan harmonisasi program pendidikan.

“Seperti ekstra kulikuler ataupun program lainnya yang bisa menjadi jembatan komunikasi antar sekolah. Sudah saatnya setiap sekolah berkompetisi dalam prestasi bukan cara yang seperti ini,” ujarnya.

“Peran serta keberanian pelajar harusnya untuk hal yang positif, menggali nilai-nilai inovatif dan mau berpacu untuk suatu prestasi yang dapat dibanggakan bukan aksi tawuran,” pungkas WH. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE