KOTA TANSGEL,PenaMerdeka – Konflik antara siswa SMK Bhipuri dan SMK Sasmita Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan sudah berlangsung lama. Menurut sejumlah pihak, peran alumni sekolah masing akibat terjadinya konflik siswa berkepanjangan sangat mempengaruhi.

Aser Simamora Kepala SMK Bhipuri kepada penamerdeka.com mengatakan, perseteruan antar sekolah sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun.

Malah beberapa tahun lalu konflik pelajar di ke dua sekolah yang berseteru menelan korban hingga meninggal dunia. Setelah hampir tiga tahun aksi tawuran pada 31 Juli 2018 kembali pecah.

Aser berharap adanya forum silaturahmi antar alumni yang mengarahkan untuk juniornya tidak melakukan tawuran siswa sehingga perbuatan yang merugikan itu tidak terulang.

“Saya berharap adanya forum silaturahmi alumni ke dua sekolah bisa menghilangkan konflik,” kata Aser, Kamis (8/7/2018).

Sementara itu Sarif Hidayat Wakepsek Kesiswaan SMK Bhipuri mengatakan, peran alumni dalam peristiwa bentrokan tersebut sangat berpengaruh. Faktor lain soal konflik siswa yang semakin meruncing juga berasal dari faktor gengsi.

Malah kata dia, setelah ditelusuri dalam peristiwa konflik pelajar yang berakhir bentrokan pada Selasa pekan lalu yang mengatur waktu dan tempat terjadi aksi tawuran adalah alumni.

“Mereka sudah merencanakan. Soal tempat dan waktunya. Ini sangat memperihatinkan,” ungkapnya.

Sarif juga membeberkan bahwa terjadinya tawuran siswa seringkali lantaran diawali hal yang sepele. Ini yang menurut hemat orang dewasa tidak bisa diterima. Soal corat coret pergantian tulisan saja bisa menimbulkan tawuran.

“Yaitu pencoretan nama BJR menjadi 57. Dan tulisan 57 diganti BJR. Memang sudah terjadi konflik siswa. Tapi akhirnya mengundang terjadinya tawuran,” tandas Sarif. (yuyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *