Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Menelusuri Ekowisata Tandon Ciater Alternatif Pelesiran Warga Tangerang

0 196

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Saat mengunjungi kawasan Tandon Ciater, Kampung Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kesan pertama yang terasa adalah akses menuju tempat ekowisata ini cukup nyaman. Meski sejumlah fasilitas harus ada yang dibenahi sebagai lokasi alternatif pelesiran warga Tangerang Raya.

Kawasan Tandon air seluas kurang lebih 6 hektar ini adalah salah satu program Pemkot Tangsel yang juga didanai hibah Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 10 miliar sebagai partisipasi penanggulangan banjir wilayah Jabodetabek.

Informasi yang berhasil dihimpun saat libur akhir pekan pada setiap Sabtu dan Minggu ramai dikunjungi pengunjung yang kebanyakan melakukan aktifitas olahraga di kawasan Tandon Ciater.

“Ramai sekali mas kalau di hari libur pagi. Sabtu pagi banyak yang lari dan jalan sehat. Sementara di hari Minggu bisa juga ada yang dari pagi sampai sore,” kata Usman (51) joki sewa kuda di kawasan danau buatan Ciater ini kepada penamerdeka.com, Sabtu (4/8/2018).

Kalau mau keliling naik kuda setengah jarak keliling (1km) Danau Ciater bayar tarifnya Rp 25 ribu. Menurutnya area danau mempunyai panjang sekitar 2 km, dan kalau mau coba naik kuda keliling ful area Rp50 ribu.

Pantauan di lokasi kawasan tandon yang di buka setiap hari sejak pukul 06:00 hingga 17:00 WIB saat pertama masuk pengunjung tak harus mengkhawatirkan perut yang lapar karena belum sarapan.

Karena sudah ada sejumlah pedagang yang siap menjajakan makanan di lapak yang disediakan pengelola Tandon Ciater dengan harga terjangkau.

Di lokasi yang diresmikan Walikota Tangerang Airin Rachmy Diani pada 16 Januari 2016 itu ada sekitar 5 lokasi beristirahat bagi pengunjung joging di area trek.

Ada juga sebanyak 5 kuda yang disediakan untuk berkeliling area tendon yang dikabarkan dapat menampung air sebanyak 120.000 meter kubik tersebut.

Di kawasan Ciater belum banyak terdapat pohon rindang menjulang. Sehingga jika pengunjung datang pada siang hari rasanya belum menjadi tempat yang tepat untuk bersejuk badan lantaran terik matahari langsung ke menyorot ke badan.

Jadi untuk sampai sekarang ini pengunjung Tandon Ciater lebih nyaman jika menyambangi lokasi yang nantinya akan melibatkan Dinas Pertanian Tangsel sebagai objek eko wisata pada pagi atau sore hari saja.

Yang menarik diantara bangunan di kawasan Setu Ciater adalah ketika Pemkot Tangsel sebagai penggagas membangun Rumah Blandongan Betawi seluas 500 m2. Rumah ini disebutkan sebagai rumah seni terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Di lokasi sekitar juga terdapat tempat si buah hati supaya betah berlama-lama untuk bermain. Pasalnya anak-anak dapat menikmati bermain di area scatboard, joging track, wahana sewa mobil kecil, area bersantai di gedung sanggar berciri rumah Betawi dan tempat camping ground.

Apalagi di lokasi disediakan pula sewa sepeda dan becak-becak berukuran kecil dengan tarif Rp10 ribu hingga Rp15 ribu sekali keliling.

Selain adanya sejumlah tempat bermain anak, Pemkot Tangsel juga memberikan fasilitas ruang kesehatan bagi pengunjung dengan ruangan ber-air conditioner (ac) .

Ketika mengelilingi kawasan Tandon Ciater, di sebelah utara dari kejauhan pengunjung bisa melihat suasana ‘pedesaan’. Karena sejauh mata melihat, masih banyak terlihat pohon dan suasana desa.

“Gedung yang paling besar (Rumah Blandongan Betawi) kerap disewakan mas untuk kegiatan seni dan dipakai orang pesta perkawinan. Kalau mau pakai bisa menghubungi panitia di depan pintu masuk,” ucap Usman kembali menjelaskan.

Pengunjung dengan menggunakan roda dua dikenakan biaya tarif parkir sebesar Rp3000. Sementara untuk pengguna roda empat harus membayar parkir Rp5000 tanpa batas waktu kunjung.

Sayang juga ketika memasuki area parkir pengguna roda dua dan mobil belum bisa menikmati fasilitas yang memadai. Sebab di tempat parkir yang belum beraspal itu kini statusnya masih menumpang di lahan yang rencananya akan dibangun Gedung Dinas Pertanian, Kota Tangsel.

“Parkir masih di tanah ini aja mas. Karena kalau di dalam sempit. Lebih enak di luar, lega. Tanah ini rencananya akan dibagun Kantor Dinas Pertanian Pemkot Tangsel. Kawasan tandon katanya memang sengaja di sebelahnya dibangun kantor dinas pertanian supaya bisa untuk tempat ekowisata,” ucap salah seorang juru parkir Tandon Ciater. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...