HUT RI 76

Kerap Makan Korban Jiwa, PDI Perjuangan Anggap Pemkot Tangerang Lalai Cegah Bentrok Ormas

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dianggap lalai mendeteksi dini perihal gesekan ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR).

“Konflik sosial kemarin buntut ketidak kemampuan Pemkot Tangerang. Konflik sosial apabila tidak mampu diselesaikan eskalasinya akan meningkat menjadi krisis sosial. Krisis sosia ini kalau enggak bisa dikelola akan berpotensi menjadi konflik sosial. Jadi jangan salahi polisi apabila sudah terjadi konflik sosial di masyarakat.” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang, Andri S Permana kepada PenaMerdeka.com, Selasa (23/11/2021).

Andri mengatakan, seharusnya Kesbangpol bisa mendeteksi dini. Sebab di Kesbangpol ada intelejen yang bisa mendapatkan informasi awal. Kemudian bisa berkoordinasi ke kecamatan dan kelurahan.

Dalam hal ini setelah mengantongi informasi nanti bisa langsung duperkirakan akar masalahnya. Lalu diselesaikan masalahnya.

“info dari situ bisa diturunin ke kecamatan dan kelurahan, Ciledug ini berkali-kali ada bentrok ada selalu muncul korban jiwa. Pemkot melalui Kesbangpol bisa melibatkan lurah dan camat agar nantinya tidak menjadi krisis di masyarakat,” ucapnya.

PEMKOT TANGERANG DINILAI LAMBAN

Andri menjelaskan, ketika tidak menemui titik temu dan tidak bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah, maka pejabat setempat melibatkan TNI dan Polri agar dilakukan mediasi. Maka itu kalau sudah terjadi konflik seperti ini politisi muda ini menyebut sebuah kegagalan dari Pemkot Tangerang.

“Ini juga buah dari kegagalan Pemkot Tangerang. Harusnya fungsi pembinaan di Kesbangpol. Saat terjadi konflik sosial di masyarakat yang salah adalah penyelenggara negara, Pemkot Tangerang harusnya bisa bergerak itu untuk menghentikan,” katanya.

“Jadi sebenernya bukan sepenuhnya kesalahan ORMAS membina anggotanya atau Kepolisian dalam menjaga keamanan, namun ada kegagalan pemerintah kota tangerang melakukan pembinaan pada ormas-ormas yang ada. Sekarang Kesbangpol Kota Tangerang hanya tipe B yang ada dua bidang didalam akhirnya memiliki keterbatasan dalam menjalankan tupoksinya. Harusnya tipe A di kota metropolitan ini,” tuturnya.

Andri menambahkan, kehadiran Kesbangpol harusnya untuk menyelesaikan permasalahan dimulai krisis dan agar tidak menjadi konflik di masyarakat. Itu tugasnya mendeteksi dini ke arah situ dan ditegaskan Pemkot Tangerang lalai. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments