KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Ahmad Fauzan atau yang kerap disapa Ojan adalah korban tawuran yang dilibas parang antar pelajar SMK Bhipuri Serpong dengan SMK Sasmita Jaya Pamulang, Selasa (31/7/2018) lalu.
Diketahui, ternyata ada sosok yang baik hati yaitu Angga Setiawan (19), pengendara (Ojol) Ojek Online yang mengantar Ojan ke Sumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Angga menceritakan kisahnya di Polres Tangerang Selatan (Tangsel).
Ojan, yang saat itu pelajar kelas XII SMK Sasmita Jaya Pamulang, sempat mengalami luka parah pada bagian wajah lantaran tertusuk parang saat duel terjadi. Lalu langsung diantar oleh pengendara ojol.
Setelah mendapat perawatan intensif selama tujuh hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ojan dinyatakan meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Selasa (7/8/2018) dan sudah dikebumikan di taman pemakaman umum (TPU) Kobak Desa Pedurenan, pukul 11.00 WIB, Rabu (8/8/2018) lalu.
Berawal ketika Angga sang pengendara Ojol yang saat itu tengah membawa pesanan pelanggannya melintasi Jalan Raya Puspitek, Setu, Tangerang Selatan, terjebak ditengah-tengah tawuran. Dia melihat korban sudah dalam keadaan tertusuk parang pada bagian wajah.
Meski sempat ingin pergi, Angga pun merasa kasihan dan berbalik untuk melarikan Ojan ke rumah sakit.
“Saya sempat takut karena parangnya tertusuk. Pas saya jalan lagi, ternyata tidak ada yang membawanya, saya balik lagi. Ini kesadaran saya sendiri karena tak ada yang mengangkutnya,” terang Angga, Selasa (14/8/2018).
Pada saat itu, Angga lantas mengantarkan Ojan, plus temannya mengendarai sepeda motor menuju ke Rumah Sakit Hermina Serpong. Beruntung, kondisi jalan lancar. Meski begitu ia merasa tegang lantaran takut Ojan kesakitan menahan luka diwajahnya.
“Tegang saya, pas mengendarai motor berat juga kan. Saya takut kalau ada guncangan di kendaraan korban malah kesakitan. Untungnya pas jalan tidak macet. Dijalan juga Ojan enggak berbicara. Namun darahnya menetes terus,” katanya.
Ojan pun baru mengucapkan kata-kata saat tiba di rumah sakit ketika temannya hendak meninggalkannya. Pada saat itu juga kata Angga, korban mengacungkan jempol ke temannya dan berkata kalau dirinya kuat.
“Sampai rumah sakit tuh, korban baru mengacungkan jembolnya ke temannya. Korban cuma bilang ‘gua kuat’ udah begitu aja,” cakapya.
Pengendara ojol itu pun ditahan pihak rumah sakit sebagai penanggung jawab sampai pihak keluarga datang. Terlebih, ia juga dibawa ke Mapolsek Cisauk untuk dimintakan keterangan lebih lanjut hingga pukul 02.00 WIB subuh esok harinya. (hisyam)







