KOTA SERANG,PenaMerdeka – Lantaran menyebut Allah memiliki makam dan Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan, pasangan suami istri Rudi dan Aisyah pemimpin Kerajaan Ubur-ubur dituding warga menganut dan menyebarkan ajaran sesat.
Kerajaan Ubur-ubur yang berlokasi di Lingkungan Sayabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang yang mengakui Nabi Muhammad berjenis kelamin wanita. Memiliki pengikut diketahui berjumlah delapan orang.
Surya Miharda, Ketua RT setempat mengatakan, pengikut Kerajaan Ubur-ubur yang dianggap warga menyebarkan ajaran sesat bukan orang Serang, akan tetapi orang Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Saya mendapatkan keluhan dari warga sini, terkait adanya aktivitas keagamaan dari sekelompok orang,” terang Surya, Selasa (13/8/2018).
Sementara Sarbini, warga yang rumahnya tak jauh dari Kerajaan Ubur-ubur mengatakan, suami istri dan pengikutnya itu, selain tak pernah bersosialisasi dan salat berjemaah, juga tidak pernah “nyambung” saat diajak berbicara. Mereka juga setiap hari berkumpul hingga pukul 04.00 WIB.
“Tidak nyambung diajak ngobrolnya. Baru dua tahun di sini, orang Sumedang kalau enggak salah. Setiap malam Jumat kumpul banyak orang mengikuti ajaran sesat,” terang Sarbini.
Sarbini menambahkan, selama ini warga sekitar mengenal dan mengetahui profesi Rudi serta istrinya sebagai paranomal (dukun,red).
“Itu yang punya rumah juga kalau ditanya kenapa enggak pernah ke musalla, jawabannya enggak ngelihat (buta). Padahal, banyak orang buta yang salat,” ungkapnya.
Hingga tadi malam, Ketua RT bersama tokoh masyarakat dan anggota kepolisian dari Polresta Serang bermusyawarah, membicarakan nasib rumah yang dijadikan Kerajaan Ubur-ubur yang dituding oleh warga penghuninya menyebarkan ajaran sesat dalam dua tahun terakhir.
Berikut struktur organisasi Kerajaan Ubur-ubur:
Ketua penerima tamu kerajaan: Untuk laki-laki: Babe Ali, untuk wanita: Mba Ria, Ketua Keluarga Kerajaan: Asep Alung, Ketua pengembangan program kerajaan urusan ritual, dll: kepala suku Mas Nur Salim, Ketua pemberitaan dunia tentang hasil ritual: Mas Samsuri, Seksi keamanan: Riky dan Sony, Penasehat/sesepuh: Abraham Saman, Urusan ide kreatif untuk kerajaan: Kamal dan Babe Ali, Seksi konsumsi/anggaran: Indah dan Ajeng, urusan pertamanan: Husen atau Nurdin. (abdul)







