Pemkot Tangerang Klaim Sudah Periksa 200 Titik Lapak Penjual Hewan Kurban

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Jelang hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah, Pemkot Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan sejak awal Agustus 2018 hingga saat ini, telah melakukan pemeriksaan di 200 titik lapak penjual hewan kurban.

Bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Balai Karantina Pertanian Provinsi Banten, dalam pemeriksaannya tidak menemukan hewan yang mengidap penyakit berbahaya atau mematikan.

Wina Listiana, Kepala Seksi Produksi Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang mengatakan, di setiap lapak penjual hewan kurban hanya ditemukan hewan yang mengalami dehidrasi, lemas akibat kelelahan dan tidak ada penyakit yang berbahaya.

“Tidak ada yang berbahaya, meski kami menemukan beberapa hewan yang sakit. Itupun hanya dehidrasi akibat faktor kelelahan,” terang Wina saat dihubungi penamerdeka.com, Senin (20/8/2018).

Wina menambahkan, hingga saat ini, tim yang berjumlah 208 masih terus melakukan pemeriksaan dan sedang menyusun data jumlah titik penjual hewan kurban yang ada di Kota Tangerang.

“Sampai saat ini, kami dan tim masih melakukan pemeriksaan di lapangan hingga memasuki hari H, data jumlahnya pun sedang kita lakukan penyusunan,” jelasnya.

Lebih dalam Wina mengatakan, pada hari H nanti, selain menggandeng Dinas Pertanian Provinsi Banten. Pihaknya juga akan dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat.

“Mereka turun ke Kota Tangerang pada tanggal 21 hingga 22 Agustus 2018 mendatang, ada yang memeriksa hewan kurban sebelum disembelih apakah hewan kurban tersebut sehat dan sesudah disembelih yang nantinya dagingnya juga akan diperiksa,” ungkapnya.

Wina juga mengimbau kepada pembeli agar bisa memilih hewan yang sesuai untuk kurban, sedangkan para penjual hewan kurban harus bisa menjaga kebersihan lapaknya agar hewannya tetap sehat.

“Beli hewannya yang sudah memenuhi syarat, seperti sapi yang umurnya sudah dua tahun dan kambing yang dalam keadaan sehat, tidak cacat juga kurus, kalau untuk pemilik lapaknya harus sering-sering membersihkan kandangnya dan harus bisa mensejahterakan juga menyehatkan hewan kurban, harus menjual hewan kurban yang sudah ditandatangani oleh dokter dari tempat hewan itu berasal,” tandasnya. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...