KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Penonton yang hadir secara langsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi dan jutaan pemirsa dalam laga Timnas Indonesia U-23 versus UEA (Uni Emirat Arab) bisa jadi sepakat kalau ‘bintang’ dalam laga hidup mati itu adalah Shaun Robert Evans sang pengadil lapangan berkebangsaan Australia.
“Kami tidak kecewa mas, hanya saja kalau wasit bertindak jeli mengambil keputusan rasanya Indonesia tidak kalah dari UEA dan melaju ke babak perempat final Asian Games 2018,” kata Agus Setiawan warga Bekasi yang menyaksikan laga perdelapan final secara langsung, Jumat (25/8/2018).
Laga Timnas Indonesia U-23 versus UEA kalau saja wasit Australia memimpin bagus maka bukan saja membuka peluang maju ke babak selanjutnya. Tetapi kata Agus pertandingan akan lebih enak ditonton.
“Pemain sudah bagus dan tak kenal lelah. Buktinya hingga injury time masih berjuang dan berhasil mencetak gol,” ucapnya.
Jika dalam ajang internasional masih ada wasit seperti ini kita pertanyakan seleksinya seperti apa. Dan Shaun Robert pantas mengantongi sanksi dari federasi wasit karena gagal memimpin pertandingan dengan baik.
“Laga Timnas Indonesia U-23 versus UEA sebetulnya bagus. Tapi wasitnya payah. Pinalti ke dua sama sekali tidak ada kontak pelanggaran. Dia harus menerima sanksi karena tak becus memimpin pertandingan Internasional,” kata Agus kesal.
Sementara pelatih Timnas Asian Games Indonesia, Luis Milla juga menganggap kepemimpinan wasit asal benua kanguru itu membuyarkan harapan masyarakat indonesia pada cabor sepakbola.
“Bintang pada pertandingan Indonesia U-23 versus UEA adalah wasit,” kata mantan pemain Real Madrid ini saat konfrensi pers.
Seperti diketahui meski sempat tertinggal 1-0 pada babak pertama buntut hadiah pinalti karena pemain belakang Indonesia Andy Setyo dianggap wasit melanggar Alameri Zayed. Skor 1-0 hingga pluit panjang babak pertama berakhir.
Indonesia memasuki babak ke dua bermain agresif. Evan Dimas berhasil memandu aliran bola sebagai playmaker, lalu Beto Goncalves pun akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakannya pada menit 51.
Sayangngnya lagi-lagi Timnas UEA mendapat kado pinalti dari wasit di menit 64. Wasit Shaun Robert Evans menganggap kontak Hansamu Yama terhadap Aldarmki Shaheen di kotak penalti sebagai pelanggaran. Aldarmki Shaheen seperti hantu jatuh tanpa gesekan Hansamu.
Zayed Alameri yang kembali mengambil hadiah penalti hantu tersbut hingga bisa melakukan tugasnya algojo dengan baik sehingga merubah skor menjadi 1-2.
Akhirnya Indonesia bisa menyamakan kedudukan di injury time lewat penempatan bola yang elegan setelah Stefano Lilipaly mendapat umpan crossing terukur dari Saddil Ramdani. Kedudukan menjadi 2-2.
Timnas Indonesia U-23 versus UEA akhirnya diakhiri dengan adu pinalti setelah ke dua tim tak mampu mencetak gol pada tambahan waktu 2×15 menit.
Indonesia akhirnya harus mengubur impiannya lolos ke babak perempat final setelah kalah di babak adu penalti dengan skor 4-3.
Septian David Maulana dan Saddil Ramdani gagal menjadi algojo, hanya Beto, Lilipaly dan Hargianto yang sukses menceploskan bola ke gawang yang dijaga kiper UEA, Alshamsi Mohamed. (ewwy/ers)







