Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Program Kotaku Sasar Wilayah Kumuh Kota Serang

0 273

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), seluas 114,51 wilayah kumuh di Kota Serang rencananya akan ditata dengan rapih pada tahun 2018 ini.

Untuk menunjang hal itu Koordinator di Kota Serang akan memberi pelatihan pertukangan kepada masyarakat.

Nana Supriatna, SC Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Program Kotaku Serang mengatakan, berdasarkan keterangan SK tahun 2014 seluas 202,54 hektare dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2019 mendatang.

“Kalau berdasarkan SK 2014 di Kota Serang ada seluas 202,54 hektare dan targetnya tahun 2019 mendatang akan rampung,” terang Nana, Selasa (28/8/2018).

Nana menambahkan, pada tahun 2017 lalu, program tersebut berhasil menyelesaikan wilayah kumuh di Kota Serang seluas 38,42 hektare, pada tahun 2018 ditargetkan akan ada peningkatan luas lahan yang akan ditata. Namun dengan adanya pengurangan target jumlah kelurahan.

“Untuk 2018 ditargetkan 114,51 hektare, tahun 2017 kita ada 10 kelurahan, untuk 2018 ini 7 kelurahan,” jelasnya.

Lebih dalam Nana mengatakan, secara total ada 16 kelurahan yang dinyatakan masuk kategori daerah kumuh, dan Kelurahan Drangong menjadi wilayah terbesar yang mencapai luas 11 hektare lebih. Sedangkan untuk anggaran program Kotaku sendiri berasal dari Bantuan Dana Investasi (BDI) dari APBN.

“Untuk tahun 2018 ini, yang 7 kelurahan tersebut mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp6 miliar,” ungkapnya.

Sementara Dadan Hamdani, Asisten Korkot Kota memaparkan, pelatihan ini diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari 16 kelurahan yang berada di Kota Serang.

“Maka diharapkan, dengan adanya pelatihan ini membuat pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat akan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Untuk klasifikasinya sendiri kami bagi menjadi tiga, yaitu mandor, tukang dan operator,” terang Dadan.

Dadan menambahkan, pasca pelatihan tersebut, peserta akan menerima sertifikasi keahlian. Hal itu merupakam hasil kerjasama program Kotaku dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten.

“Sertifikasi merupakan sebuah bentuk pengakuan terkait profesionalisme dari para tukang, yang membuktikan bahwa sudah memiliki kemampuan untuk bekerja sesuai dengan standar yang ada. Memang kita berusaha untuk merangkul seluruh stakeholder yang ada baik swasta maupun OPD terkait, alhamdulillah gayung bersambut, nantinya setelah pelatihan ini akan diberikan sertifikasi,” tandasnya.

Sekedar diberitahukan, pelatihan program Kotaku yang dilaksanakan selama dua hari, hingga 29 Agustus 2018 mendatang, dibagi menjadi pembelajaran kelas selama satu hari dan hari berikutnya melakukan pembelajaran di lapangan. Adapun materi-materi yang disiapkan di antaranya adalah, keselamatan dan kesehatan kerja, desain jalan, bahan jalan, spesifikasi teknis, metode kerja dan pelaksanaan, pengukuran dan perhitungan hasil pekerjaan sebanyak 15 JPL. (abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...