Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Sosialisasi Jenis Pajak, BPKD Kota Tangerang Buka Stand Di Festival Cisadane 2018

0 225

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pada event tahunan Festival Cisadane, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang membuka stand dan prahu hias. Guna mensosialisasikan tujuh jenis pajak di Kota Tangerang.

Selain itu, sosialisasi yang dilakukan pada perhelatan yang dilaunching pada 25 Agustus 2018, oleh Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan akan berakhir pada 2 September 2018 mendatang. Untuk menggenjot pendapatan pajak daerah, dikarenakan target pendapatan pajak tahun 2018 naik dari tahun sebelumnya.

M Noor, Kepala BPKD Kota Tangerang mengatakan, Festival Cisadane tahun 2018 merupakan salah satu ajang mempromosikan Kota Tangerang di mata wisatawan. Selain itu, hal ini dimanfaatkan BPKD untuk mensosialisasikan pajak daerah kepada masyarakat Kota Tangerang.

Menurutnya, pada tahun 2018, DPRD menggesahkan target penerimaan pendapatan pajak daerah yang dikelola BPKD menjadi Rp 570.500.000.000,- Pajak tersebut diperoleh dari tujuh jenis pelayanan diantaranya, hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, PJU, dan air bawah tanah.

“Progres pencapaian target sampai dengan akhir juli 2018 mencapai sebesar Rp 361.513.717.907,- atau 63,36 %. jelasnya disela-sela pembukaan festival Cisadane,” terang Noor, Selasa (28/8/2018).

Noor menambahkan, target terbesar pendapatan pajak daerah yakni pajak restoran sebesar 234 Miliar setahun. Pihaknya pun  terus berupaya dengan berbagai cara seperti pemasangan tapping box dan menarik wajib pajak baru.

“Agar tidak ada kebocoran pendapatan pajak kita pasang alat tapping box. Terus memanggil wajib pajak bila tidak melaporkan omset penjualannya,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, BPKD Kota Tangerang bersama Satpol PP juga menyegel reklame yang tidak membayar pajak serta melakukan checker kepada wajib pajak yang menurutnya tidak sesuai laporan.

“Sudah ada 170 tapping box yang disebar di setiap wajib pajak, termasuk saat ini kita mendata wajib pajak baru dan menertibkan umbul-umbul tak berizin,” ungkapnya.

Menurut Noor, setiap bulannya ada saja laporan data wajib pajak baru, yang terdiri dari hotel, restoran, hiburan, parkir dan air tanah.

“Dengan target tersebut Insyallah tercapai, kita optimis saja. Tahun lalu saja bisa melebihi atau over target. Pertumbuhan ekonomi di Kota  Tangerang  juga terus meningkat dengan munculnya wajib pajak baru,” paparnya.

Noor juga mengimbau untuk pajak air tanah yang izinnya di Provinsi Banten diharapkan bisa ditembuskan ke Kabupaten/Kota. Dengan begitu pihaknya bisa menindaklanjuti dengan penarikan pajaknya.

“Kita lihat banyak cucian mobil di pinggir jalan, kalau tidak ada ijin pengambilan air tanahnya kita juga tidak bisa menarik pajaknya. Jadi kalau ada informasi dari Provinsi kita bisa tingkatkan potensi pajak,” terangnya.

Sementara Mulyani, Sekretaris BPKD menambahkan, untuk mempermudah pelayanan pajak, BPKD Kota Tangerang sejak Februari 2016 telah menerapkan aplikasi sistem informasi pajak daerah yaitu SIMPAD secara on line. Dari 7 jenis pelayanan sudah ada 5 jenis yang bisa dilaporkan dan dibayar secara online.

“Yang sisanya dua lagi masih offline yakni pajak air tanah dan reklame karena harus hitung dulu jumlah pemakaiannya,” tandas Mulyani menerangkan. (advetorial)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...