Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Australia Kembalikan Benda Cagar Budaya Selundupan Ke Indonesia

192

JAKARTA,PenaMerdeka – Sebanyak lima benda cagar budaya hasil selundupan, dikembalikan Australia ke Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Artefak yang terdiri dari tiga buah tengkorak suku Asmat dan dua tengkorak suku Dayak tersebut, diterima dari Australia di kantor Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), Rabu (29/8/2018).

Kelima artefak tersebut diselamatkan dari penyelundupan dan perdagangan ilegal di Australia. Melalui Ministry for The Arts, Pemerintah Australia menyerahkan benda-benda cagar budaya tersebut ke Kedutaan Besar Indonesia untuk Australia di Canberra yang kemudian oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia Yohanes Legowo, kelima artefak dibawa langsung ke Indonesia melalui Kemenlu untuk diserahkan kepada Kemendikbud.

Muhadzir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Australia dan Kemenlu serta Kedutaan besar Indonesia untuk Australia yang telah bekerja keras menyelamatkan artefak yang tak ternilai harganya tersebut dari perdagangan ilegal.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Menlu beserta jajaranya karena telah berhasil mengembalikan lima benda cagar budaya yang tak ternilai harganya ke tanah air Indonesia. Hal ini merupakan bentuk komitmen kerjasama antar dua negara Indonesia dan Australia yang tak ternilai,” Ungkapnya.

Muhadzir juga menuturkan, semenjak Undang-undang pemajuan kebudayaan ditetapkan, Kemendikbud mempunyai payung hukum yang kuat untuk melindungi, melestarikan serta memelihara berbagai macam artefak dan nilai budaya, baik berupa benda maupun yang tidak berupa benda.

“Semoga kita semakin tumbuh menjadi bangsa yang menghargai cipta karsa dan karya dari pendahulu kita yang telah membangun Indonesia,” tutur Mendikbud.

Di tempat yang sama, Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Indonesia mengatakan, penyerahan artefak ini menunjukan komitmen kedua negara dalam melindungi benda cagar budaya yang tidak ternilai harganya.
Hal tersebut selaras dengan kebijakan UNESCO dan harapan masyarakat internasional.

“Pemerintah Indonesia dan Australia memiliki komitmen besar dalam memerangi berbagai tindak kejahatan lintas negara, dari pemberantasan terorisme, pencucian uang, perdagangan dan penyeludupan manusia, hingga penyeludupan benda- benda budaya” jelasnya.

Selanjutnya, kelima artefak yang dikembalikan tersebut akan di simpan di ruang khusus konservasi yang dikelola Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum (PCBM), Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud.(ari/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...