Rupiah Anjlok, Perajin Tempe di Bekasi Terancam

35

BEKASI,PenaMerdeka – Nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) membuat rupiah anjlok yang mengakibatkan perajin tempe di Kota Bekasi, Jawa Barat terpaksa mengurangi keuntungan penjualannya.

“Saya mengambil contohnya kalau biasanya untung Rp 50.000 sekarang menjadi Rp 40.000, karena harga kedelai kan mahal,” kata Misdar (53), Rabu, (5/9/2018).

Menurut perajin tempe di Gang Mawar 6, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi itu, mahalnya harga bahan baku kacang kedelai imbas dari menguatnya kurs dollar terhadap rupiah.

“Sebab kacang kedelai yang digunakan merupakan impor dari Amerika. Harga kacang kedelai sudah merangkak naik, sudah mulai terasa bagi saya, agak mahalan sekarang,” cakapnya.

Misdar mengatakan, meski harga kacang kedelai bisa tetap stabil supaya ia tidak perlu mengurangi keuntungan dari penjualan tempenya.

“Saat ini, harga kedelai Rp 760.000 per kuintal, harganya naik terus. Waktu itu sempat Rp 670.000 per kuintal. Kalau bisa ada pertolongan biar harga tak naik terus, soalnya kalau dollar naik, kan, harga ikut naik,” tutur Misdar.

Kendati demikian, pihaknya tak mengurangi takaran kacang kedelai untuk membuat tempe. Dia dan pihaknya tetap menghabiskan 80 kilogram kacang kedelai per harinya.

“Tetap kami tidak kurangi, panjangnya tetap, tebalnya tetap, walaupun harga kedelai mahal. Takutnya kan dikomplain sama pelanggan kalau kami kurangi ukuran atau isinya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sampai sempat menyentuh level Rp 15.000 per dollar AS pada Selasa (4/9/2018) kemarin. Akibatnya, perajin tempe di Bekasi melemah. (eres/ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tahun Baru Islam
Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...