Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Disuntik Modal Rp175 M, Dirut Bank Banten: Berbarengan Sedang Efisiensi

132

BANTEN,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dari APBD Perubahan Tahun 2018 menganggarkan Rp175 miliar suntikan modal kepada Bank Banten.

Saat ini seperti diketahui Pemrov Banten melalui BUMD PT Banten Global Development memiliki 51% saham bank daerah itu setelah mengakuisi dari Recapital Group. Dan beberapa langkah evaluasi penyehatan telah dilakukan. Pada semester 1 2018 lalu telah dilakukan audit oleh akuntan publik.

“Ini komitmen dari Gubernur dalam mengembangkan Bank ini. Kita jangan lihat besar atau kecilnya karena kendati pemerintahan baru tapi sudah mau komitmen mau menyehatkan Bank milik daerah Banten,” ujar Fahmi Bagus Mahesa selaku Direktur Utama Bank Banten di acara Media Gathering, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (6/9/2018).

Jadi memang masih ada kebutuhan lain selain penyehatan Bank. Karena gubernur juga konsen dengan pembangunan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya. Jadi bukan melulu untuk Bank Pembangunan Daerah saja,

Menurut Fahmi, untuk rights issue tidak mungkin dilakukan lantaran waktu saat ini tidak tepat. Suntikan tambahan modal dari Pemprov Banten dengan nilai total Rp 325 miliar memang tidak dilakukan karena sejumlah pertimbangan.

Penggelontoran dana Rp175 miliar kata dia menegaskan akan tetap untuk suntikan modal yang dimasukan dalam rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR).

Tapi pada anggaran murni di APBD 2019 Bank Banten akan meminta lagi tambahan alokasi modal sehingga nantinya akan dilakukan rights issue,” ucap Fahmi menjelaskan.

Keputusan mengenai rights issue akan disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar pada 9 Oktober 2018 mendatang.

Terkait penyehatan dari evaluasi yang sudah dilakukan berbarengan itu kita sedang efisiensi diantaranya sudah melakukan pengurangan sejumlah kantor cabang di daerah yang tersebar di Indonesia. Ada 4 kantor cabang di Papua yang sudah dievaluasi. Begitu juga yang berada di Aceh.

“Di daerah Papua dan Aceh kita tidak aktifkan lagi. Sebab kita akan konsentrasi di Banten dahulu meskipun di Medan dan lainnya kita masih mempunyai kantor Bank Banten. Otomatis memang mengurangi jumlah karyawan. Tetapi sesuai ketentuan kami memberikan hak karyawan,” ucapnya.

Dahulu menurut Fahmi pada Januari 2016 ada sekitar 4200 karyawan. Tetapi sekarang di Juli 2018 berjumlah 1081 orang karyawan. Dan pengurangan bukan pada tahun ini saja karena pada periode sebelumnya manajemen sudah melakukan untuk efisiensi. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...