Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pemkot Bekasi Bakal Pangkas Tunjangan Pegawai untuk Hindari Defisit Anggaran

147

BEKASI,PenaMerdeka – Guna menekan potensi defisit anggaran akibat degradasi kinerja aparatur saat transisi kepala daerah selama delapan bulan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal memangkas tunjangan atau tambahan penghasilan pegawai (TTP).

“Besar pemotongan TTP dikalangan aparatur kami dilakukan mencapai hingga 40%. Rencana itu sudah tertuang dalam surat pernyataan yang bakal dilakukan dalam waktu dekat,” terang Rahmat Effendi, Walikota Bekasi.

Ia menjelaskan, pemangkasan 40% itu hanya untuk biaya operasional saja untuk menghindari defisit anggaran. Namun, kedepannya pejabat lain termasuk juga pegawai biasa dipotong 40%.

“Terlalu dini jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp5,6 triliun dinyatakan defisit triwulan ketiga atau bulan September. Itu mengingat, rangkaian penggunaan APBD terjadi setahun dari Januari hingga Desember,” tuturnya.

Berdasarkan analisa pada bagian keuangan, pemotongan TPP ini dapat mengefisiensi dana hingga Rp67 miliar. Pemerintah juga melakukan efisiensi kegiatan lain seperti mencoret kegiatan atau pengadaan yang dianggap tak penting.

Bahkan Rahmat menyatakan, itu untuk meniadakan pengadaan makanan dan minuman (mamin) saat rapat koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sehingga, pegawai membawa ataupun membeli mamin dari luar acara. Dengan upaya seperti itu, pemerintah berharap dana daerah dapat dihemat hingga Rp600 miliar selama tiga bulan sampai akhir Desember 2018.

“Selain menghemat dan menghindari defisit anggaran, pemerintah juga terus menggenjot sektor pendapatan asli daerah (PAD) lewat pajak dan retribusi,” pungkas Rahmat. (eres/ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...