Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Empat Bangunan Ilegal di Batuceper Tangerang Digusur Satpol PP

122

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sebanyak empat bangunan ilegal yang dijadikan kontrakan di Batu Jaya Utara RT 03/03, Kecamatan Batuceper, digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang.

Lahan seluas 380 m2 yang dijadikan kontrakan tersebut, diklaim pemerintah sebagai aset daerah yang akan digunakan untuk memperluas SDN 1 Batuceper.

Mumung Nurwana, Kepala Satpol PP Kota Tangerang mengatakan, penggusuran kepada empat bangunan dilakukan setelah kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang melayangkan surat pemberitahuan kepada keluarga Haji Muhidin selaku warga yang menempati bangunan. Dimana isi surat tersebut menyatakan tanah yang ditempati adalah milik pemerintah dan akan dipergunakan untuk perluasan sekolah.

Setelah batas waktu yang ditentukan, Mumung menambahkan, warga yang menempati rumah belum juga pindah. Akhirnya, penggusuran bangunan itu pun dilakukan.

“Sebelum penggusuran, Dinas Pendidikan sudah melayangkan surat sampai tiga kali kepada keluarga H. Muhidin. Tetapi, setelah lewat seminggu batas waktu yang diminta, warga belum juga pindah dari lokasi,” kata Mumung di lokasi penggusuran, Rabu (3/10/2018).

Pada penggusuran ini Mumung mengaku telah menyiapkan 250 personil gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Tramtib, PLN, bagian hukum, bagian pemerintahan, LH, PUPR juga Polsek dan Koramil.

Selain itu juga pihaknya menyiapkan alat berat untuk meratakan bangunan dengan tanah.

“Haji Muhidin udah mengakui itu tanah pemerintah. Namun, banyak pihak yang mendomplengi. Dari hasil rembukan dengan pengacara, lalu kita lakukan eksekusi,” tuturnya.

Sementara, Nur Hidayatullah Camat Batuceper, mengatakan, sebelum dilakukan penggusuran bangunan yang terletak di belakang SD 1 Batuceper ini, pihak kecamatan sudah melakukan pendekatan.

Tetapi, Hidayat menambahkan, setelah ditanyakan perihal surat-surat kepemilikan tanah, warga yang menempati lahan tersebut tidak bisa menunjukan bukti kepemilikan tanah. Sehingga, pihak kecamatan tidak bisa menahan eksekusi bangunan tersebut.

“Kami sudah melakukan pendekatan. Mengingat ini tanah pemerintah, dan anggaranpun sudah ada untuk pembangunan sekolah, sehingga kami terpaksa mengeksekusi lahan ini. Kecuali, dia punya AJB, Sertifikat atau surat lainnya, kita bisa tahan dulu, tapi dia tidak punya sama sekali,” ujar Hidayat.

Kemudian Hidayatullah menandaskan, pihak kecamatan akan berupaya merelokasi warga yang menempati empat bangunan yang digusur tersebut ke Rumah Susun (Rusun) yang berada di Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

“Warga yang terkena penggusuran ada 20 jiwa. Secara pemerintahan kami memfasilitasi, kami akan relokasi ke Rusun Cibodas,” tandasnya.(ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...