Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Diimingi Jadi PNS Tangsel Lewat Jalur Kilat, Rp 200 Juta Melayang

203

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Malang nasib Dupi Damayanti maksud hati ingin jadi PNS atau Pegawai Negeri Sipil dengan jalur kilat, kini dikabarkan malah tertipu oknum lantaran uang jaminan yang dianggap bakal memuluskannya sebagai pegawai abdi Negara tak kunjung terealisasi.

Diketahui sejak tahun 2015 Dupi menyetor uang senilai Rp200 juta, tetapi soal nasib menjadi PNS tak kunjung dapat kabar menggembirakan.

Sebelumnya, dari keterangan yang beredar bahwa Ade Supriyatna (37) alias Ade Bewok adalah orang pertama yang menawarkan Dupi untuk jadi PNS. Sementara Syahyar Harahap (67) merupakan oknum yang sekarang berdinas di LH Pemkot Tangsel.

Sebelumnya Ade sempat menemui Dupi Damayanti menjanjikan bisa membawa masuk PNS dengan jalur kilat.

Tetapi harus menyerahkan uang sebesar Rp200 juta. Ade lantaran tergiur denga janji dari Ade ia pun langsung menyatakan siap untuk membayar uang pelican dengan sejumlah termin pembayaran.

Dinformasikan untuk pembayaran awal uang pelicin jadi PNS yang senilai Rp100 juta diserahkan pada 20 Januari 2015, dan Rp100 juta pada tanggal 05 Februari 2015.

“Tersangka 1 (Ade) mengaku bisa membantu korban menjadi PNS di lingkungan Pemerintahan Kota Tangsel pada Dinas LH, karena tersangka 1 mengenal tersangka 2 (Syahyar) yang pada saat penyerahan uang menjabat sebagai pengawas pada Dinas LH,” terang AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel kepada wartawan, Jumat (5/9/2018) kemarin.

Pasca diberikan uang dari korban, lalu Ade membagi uang tersebut kepada Syahyar sebanyak Rp180 juta, sedangkan Ade hanya mendapat Rp20 juta sebagai uang jasa perantara.

Selanjutnya, pelaku meminta korban menunggu hingga diterbitkannya Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

Lalu tersangka hanya menjanjikan Dupi untuk jadi PNS, hingga sekarang belum terealisasi. Akhirnya karena selama tiga tahun hanya dijanjikan saja oleh ke dua oknum Dupi pun melaporkan kejadian ini ke Mapolres Tangsel dengan nomor LP /520/K/V/2018/SPKT/Res. Tangsel tanggal 29 Mei 2018.

“Telah dilakukan pemeriksaan ke Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Kota Tangsel, di sana dipastikan tidak ada mekanisme penerimaan PNS dengan menggunakan penyerahan uang sebagai tolak ukur diterima atau tidaknya jadi PNS,” papar Alex.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 372 dan atau 378 KUHP, dengan ancaman hukuman kurungan selama 4 tahun penjara. (abah)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...