Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Begini Penjelasan BPJS Kesehatan Usai Digerudug BWTR

0 86

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pihak BPJS Kesehatan melakukan mediasi dengan perwakilan BPJS Watch Tangerang Raya (BWTR) terkait tuntutan pelayanan yang masih dianggap buruk kepada pesertanya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang yang tergabung dalam BWTR) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor BPJS Cikokol, Kota Tangerang, pada Selasa (11/7/2018) menuntut perbaikan pelayanan kesehatan dibawah BPJS Kota Tangerang.

Ni Made Ayu Ratna Sudewi, Deputi BPJS Kesehatan wilayah Jabodetabek mengatakan, harus dikaji siapa yang menjadi penjamin pasien.

“Untuk kasus yang disampaikan pendemo, kita lihat penjaminannya itu siapa. Kalau kita mengikuti peraturan, bukan masalah mau atau tidak mau menjamin, karena Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 141 tahun 2018 sudah jelas, begitu dia diluar pekerja penerima upah, kalau dia mengalami kecelakaan kerja, itu ranahnya BPJS Kesehatan,” terang Ni Made Ayu usai mediasi dengan massa BWTR, Selasa (6/11/2018) kemarin.

Ni Made mengatakan pihaknya sering melakukan pertemuan dengan pihak Rumah Sakit yang menjadi mitra BPJS. Tetapi, Ia melanjutkan.

Menurutnya apa yang ditemukan di lapangan soal riwayat masalahnya sudah lewat atau tidak detail, sehingga tidak dapat ditindaklanjuti.

“Hampir setiap bulan kami melakukan pertemuan dengan pihak RS, yang kami butuhkan itu detail pak, karena kadang-kadang masyarakat kita tidak memberikan arsip (eviden) yang lengkap,” ucap Ni Made.

Jadi kata dia, kalau peserta BPJS Kesehatan mencantumkan nomor telepon serta alamat yang lengkap keluarga, kami bisa langsung melakukan edukasi dan pendampingan langsung tidak melalui perantara.

Ni Made menuturkan, pada dasarnya RS berkewajiban menerima untuk melayani pasien yang datang. Kemudian, apabila ada RS yang sudah bekerjasama tidak kooperatif dalam melayani peserta BPJS Kesehatan, maka pihaknya akan melayangkan surat peringatan hingga memutuskan kontrak kerjasamanya.

“Kami akan terus memberikan timbal balik kepada peserta karena sudah kontrak. Kalau memang RS yang sudah teken kontrak tidak menjalankan kewajibanya,” kata Ni Made.

Lantas setelah kami melayangkan tiga kali surat peringatan maka otomatis kontrak kerjasama RS tersebut akan putus dengan pihak BPJS Kesehatan. (hisyam/ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...