Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Tetapkan Kenaikan UMK, Gubernur Banten Minta buruh Jaga Iklim Usaha Kondusif

0 180

BANTEN,PenaMerdeka – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menetapkan kenaikan UMK atau upah minimum kerja di tingkat kabupaten dan kota melalui surat keputusan (SK) yang ditandatangani pada Rabu (21/11/2018). Dan disebutkan SK mulai berlaku sejak 1 Januari 2019.

Dalam kesempatan itu WH berharap supaya para buruh dapat menerima kenaikan besaran UMK. Ia menyampaikan agar semua pihak memberi rasa aman kepada pengusaha yang ada di Banten.

“Saya berharap ditetapkannya kenaikan UMK ini teman-teman buruh bisa menerimanya, karena besaran tersebut merupakan keputusan yang telah diatur oleh pemerintah pusat,” ujar WH.

Pasalnya menurut mantan Walikota Tangerang dua periode itu, menurutnya dengan kondusifitas yang dijaga iklim usaha di Banten akan baik. Maka pengusaha atau investor bakal betah menjalankan usahanya.

“Teman-teman buruh memahami kondisi Banten dengan tingkat pengangguran yang tinggi, agar pengusaha juga nantinya akan terus membuka lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Disebutkan dengan faktor besaran UMK yang tinggi dapat mempengaruhi kondisi perusahaan, pengeluaran biaya upah memicu hijrahnya perusahaan keluar dari daerah di Banten.

Sementara Al Hamidi Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten menyebut bahwa ketentuan soal kenaikan upah di Banten sudah berdasarkan ketentuan.

“Tingginya UMK atau setinggi apapun upahnya tidak jadi masalah selama diimbangi dengan produktivitas perusahaannya tinggi, tapi perusahaan tidak mau bayar upah tinggi melebihi produktivitasnya,” kata Al Hamidi.

Dia menuturkan, kalau perusahaan di Banten tidak betah dan memilih mendirikan pabrik di daerah lain bisa memicu persoalan pengangguran yang semakin tinggi. Sebab berkurangnya lapangan pekerjaan.

“Penetapan besaran UMP dan UMK sudah berdasarkan rapat bersama unsur pemerintah, serikat pekerja dan akademisi. Mohon semua pihak dan buruh legowo,” terangnya.

Seperti diketahui besaran UMP Banten yang telah diteken oleh Gubernur WH mengalami kenaikan hingga 8,03 persen atau sebesar Rp 2.267.965 lebih tinggi dibandingkan besaran UMP tahun 2018 yaitu sebesar Rp 2.099.385

Dan penetapan kenaikan upah buruh di Banten berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 Tentang Pengupahan.

Berikut besaran kenaikan jumlah UMK di 8 kota dan kabupaten di Banten untuk 2019:
1. Kota Cilegon Rp 3.913.078,44
2. Kota Tangerang Rp 3.869.717, 00
3. Kota Tangerang Selatan Rp 3.841.368,19
4. Kabupaten Tangerang Rp. 3.841.368,19
5. Kabupaten Serang Rp 3. 827.193, 39
6. Kota Serang Rp 3.366.512, 71
7. Kabupaten Pandeglang Rp 2.542.539,13
8. Kabupaten Lebak Rp 2.498.068,44. (abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...