Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Nico Siahaan Soal Aliran Dana Bupati Cirebon Kasus Jual Beli Jabatan di KPK

0 133

BANDUNG,PenaMerdeka – Nico Siahaan langsung mengklarifikasi soal pemangilan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyebut tidak ada korelasi pemanggilannya terhadap bupati Cirebon yang tersandung kasus jual beli jabatan.

Anggota Komisi I DPR RI Nico Siahaan yang dipanggil pada Kamis (29/11/2018) seperi dikabarkan sebelumnya Bupati Cirebon Sanjaya Purwadisastra terciduk operasi tangkap tangan KPK.

“Gak ada hubungannya dengan saya. Saya perlu klarifikasi bahwa saya enggak ada hubungannya dengan kasus jual beli (jabatan) di Cirebon,” ujar Nico saat ditemui di Bandung, Jumat (30/11/2018) malam.

Nico menambahkan, selama lima jam pemeriksaan, dia dimintai keterangan terkait aliran dana dari Sunjaya sebesar Rp 250 juta untuk acara Sumpah Pemuda di bulan Oktober 2018 lalu.

Kegiatan yang dalam proposal menghabiskan anggaran sebesar Rp 1 miliar itu, Nico yang menjadi anggota DPR-RI asal daerah pemilihan Jawa Barat (Bandung) disebutkan sebagai panitia pelaksana (Panpel).

Lantas dia pun menginformasikan kepada para kader PDI-Perjuangan untuk gotong royong atau patungan membantu dengan mengumpulkan sumbangan.

“Anggarannya sudah ditetapkan. Nah, seperti biasa, namanya acara partai, kader (PDI-P) tahu dan berinisiatif memberikan sumbangan. Dari siapa-siapanya saya enggak tahu, karena koordinatornya banyak,” ungkapnya.

Nico menegaskan, dia tidak meminta secara langsung uang sumbangan sebesar Rp 250 juta kepada Sunjaya yang dipermaslahkan oleh KPK.

“Saat kami rapat untuk acara, Pak Sunjaya datang. Saya juga enggak tahu dia mau datang. Nah, dia bilang mau nyumbang, enggak ngomong ke saya. Dikirimnya ke rekening salah satu kader, namanya Elvi,” tuturnya.

Pada tanggal 22 Oktober 2018, lanjut Nico, Sunjaya mengirimkan uang sumbangan tersebut. Namun, sehari kemudian Sunjaya dicokok KPK.

Mengetahui hal itu, Nico menginstruksikan untuk tidak menggunakan uang sumbangan dari Sunjaya, karena khawatir akan menimbulkan masalah.

“Uangnya masuk, tapi setelah tahu dia (Sunjaya) diambil (KPK), uangnya tidak kami pakai. Mau diserahkan, saya enggak tahu harus menyerahkannya ke siapa. Akhirnya uang itu saya serahkan ke KPK pada saat saya memenuhi panggilan KPK,” tuturnya. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...