Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Dzurriyah Pendiri NU Dukung Prabowo-Sandi, Gus Aam: ‘Wis Wayahe’ Menang

0 796

JAKARTA,PenaMerdeka – Tiga cucu KH Hayim Asyari yang tercatat juga sebagai Dzuriyah pendiri NU dan sejumlah kiai serta kaum Nahdliyin pada Pilpres 2019 menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin sekaligus langsung mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Sandi di Rumah Djoeang, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

Deklarasi kaum nahdliyin, dipimpin KH Solachul Aam Wahib Wahab. Diketahui KH Solachul Aam merupakan cucu salah satu pendiri NU, almarhum KH Wahab Hasbullah.

Dalam kesempatan itu, di Pilpres 2019 untuk wilayah Jatim KH Solachul Aam menjanjikan 60 persen suara bagi pasangan Prabowo-Sandi.

“Di Jawa Timur lebih dari tiga bulan lalu kami sudah melakukan konsolidasi. Semua berjalan baik dan lancar,” ujar KH Solachul Aam Wahib Wahab seperti dalam siaran pers tim media pasangan nomor urut 2 kepada penamerdeka.com, Sabtu (1/12/2018).

“Target kamiu TPS di Jatim untuk paslon Prabowo-Sandi memperoleh 60% suara,” katanya menegaskan.

Solachul juga mengajak seluruh kalangan Nahdliyin untuk bahu-membahu memenangkan Prabowo-Sandi di wilayahnya masing-masing.

“Dengan ini kami mengajak para kiai dan santri simpatisan serta umat untuk bersama-sama memilih dan mencoblos capres cawapres nomer urut 02 dalam Pilpres 2019,” ucap pria yang kerap disapa Gus Aam.

Menurut Gus Aam, sosok Prabowo-Sandi merupakan pemimpin yang mampu memberi solusi bagi kondisi bangsa yang semakin kehilangan jati diri.

“Wis wayahe (sudah saatnya) 2019 ganti presiden dengan Prabowo-Sandi,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah anggota keluarga keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan pertemuan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018) malam lalu.

“Perwakilan dzurriyah (keturunan) pendiri NU hadir di sini, bertukar pikiran, saling mendukung, saling memahami,” ujar KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan saat memberikan keterangan.

Gus Irfan merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari. Ayah Gus Irfan, KH Yusuf Hasyim, dikenal sebagai salah satu tokoh NU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Selain Gus Irfan hadir pula, KH Hasyim Karim atau Gus Aying, KH Fahmi Amrullah atau Gus Fahmi dan KH A. Baidhowi atau Gus Dhowi.

Ketiganya adalah cucu dari KH Hasyim Asyari. Ada pula KH Hasib Wahab, putra dari salah satu pendiri NU KH Wahab Hasbulloh dan Gus Billy, cicit dari KH Bisri Syansuri. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
HPN
Loading...