Helmy Halim ads

Polisi Amankan 2 Terduga Penyebar Hoaks Surat Suara Pemilu Tercoblos

0 254

 

JAKARTA,PenaMerdeka – Setelah mendapatkan laporan dari KPU atas kasus penyebaran kabar hoaks 7 juta surat suara Pemilu 2019 yang tercoblos di Pelabuhan Tanjung Periuk, Jakarta, pihak Mabes Polri saat ini telah mengamankan dua oknum masyarakat yang diduga menyebarkan berita bohong tersebut.

Seperti diketahui beberapa hari lalu tersiar kabar adanya 7 juta surat suara untuk Pemilu 2019 dalam peti kemas yang di bawa sebanyak 7 mobil kontainer.

Setelah mendapat kabar tersebut KPU-RI, Bawaslu serta pihak Bea dan Cukai Tanjung Periuk langsung datang ke lokasi. Namun ternyata tidak ditemukan barang bukti surat suara.

Kepala Biro Penerangan Masyrakat Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan, satu orang diamankan di Bogor dengan inisial HY dan satu diamankan lagi di Balikpapan inisial LS.

“Saat ini sudah diamankan dua orang, yaitu di Bogor sama di Balikpapan,” ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (5/1/2019).

Dedi menjelaskan, HY dan LS berperan menerima konten kemudian diduga ikut memviralkan hoaks itu.

“Dua orang ini yang ter-mapping oleh tim siber yang aktif memviralkan, baik ke media sosial maupun ke WA grup. WA grup ini salah satunya juga ada bukti yang diserahkan oleh ketua KPU,” kata Dedi.

Keduanya belum dilakukan penahanan. Namun pihak Penyidik masih mendalami sejumlah keterangan dari dua orang tersebut.

“Penyidik siber Bareskrim (Polri) tidak melakukan penahanan, tapi dilakukan pendalaman terhadap keterangan-keterangan yang disampaikan kepada penyidik,” ucapnya.

Dalam keterangan ke dua tersangka dari hasil penyidikan sudah melakukan identifikasi siapa yang pertama kali memuat hoaks soal tujuh kontainer surat suara di media sosial.

“Ini yang sedang dikerjakan dan didalami oleh penyidik,” kata Dedi.

Kata Dedi, dalam waktu dekat penyidik juga akan memanggil saksi ahli. Saksi ahli itu yakni saksi ahli hukum pidana, ahli bahasa, dan ahli Informasi dan Teknologi (ITE).

Dedi mengatakan, apabila ditemukan ada para pihak yang ikut aktif dalam memviralkan video tersebut, mereka akan ditangani oleh tim penyidik.

Hingga saat ini, tim penyidik, kata Dedi, terus bekerja dan sudah merencanakan pemanggilan beberapa saksi.

“Yang penting targetnya harus tuntas sampai ke akar-akarnya, sampai aktor intelektualnya. Sebab, ini bisa menggangu proses demokrasi di Indonesia,” tandasnya. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Zulfikar turut berduka
Disarankan
Loading...